Berita

Waspada Virus Wanna Cry Ransomware

Banner news

Sejak jumat, 12 Mei 2017 dunia di hebohkan dengan Serangan Wanna Cry Ransomware. Diperkirakan sekitar 100 negara terkena serangan ganas ini, termasuk Indonesia. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, Wanna Cry Ransomware juga menyerang sistem IT Rumah Sakit Kanker Dharmais.

Di Inggris, sebanyak 16 rumah sakit terpaksa tutup. Dikarenakan, saat para pekerja rumah sakit berusaha untuk mengakses komputer, mereka menemukan tuntutan untuk memberikan USD300 (Rp4 juta) dalam bitcoin. Mengenkripsi file dan menuntut tebusan adalah taktik yang biasa digunakan dalam serangan Wanna Cry Ransomware . Menurut salah satu pengamat Siber Ruby Alamsyah menuturkan, rumah sakit menjadi korban paling banyak lantaran komputer di instansi tersebut beroperasi selama 24 jam. Keamanan sistem operasinya pun tidak terjaga. Ruby juga mengkhawatirkan serangan ransomware Wannacry ini belum sampai puncaknya. Ia meminta para pengguna komputer dan ahli IT untuk berhati-hati esok hari (Senin, 15/05).

Wannacry menginfeksi sebuah komputer dengan meng-encrypt seluruh file yang ada di komputer tersebut dan dengan menggunakan kelemahan yang ada pada layanan SMB bisa melakukan eksekusi perintah lalu menyebar ke komputer windows lain pada jaringan yang sama. Wannacry meminta ransom atau dana tebusan agar file-file yang dibajak dengan enkripsi bisa dikembalikan dalam keadaan normal lagi. Dana tembusan yang diminta adalah dengan pembayaran bitcoin yang setara dengan USD300 dengan deadline waktu terakhir pembayaran.

Dikutip dari : http://news.metrotvnews.com/peristiwa/PNg4Jo0b-wanna-cry-ransomware-disebar-acak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seven − 4 =