Biografi

Helvy Tiana Rosa (Author of Ketika Mas Gagah Pergi)

Helvy Tiana Rosa lahir di Medan 2 April 1970. Ia menyelesaikan S1 dan S2 di Fakultas Sastra/ Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia. Selain dikenal sebagai sastrawan, ia Dosen Fakultas Bahasa dan Seni, UNJ. Helvy merupakan anak pertama dari pasangan Amin Usman atau lebih dikenal dengan nama Amin Ivo’s, seorang pencipta lagu asal Aceh, dan Maria Arifin Amin, seorang perempuan keturunan Tionghoa yang lahir di Medan. Adik perempuannya, Asma Nadia, juga berkiprah di bidang yang sama, kesusastraan. Sejak usia muda, Helvy sudah mengakrabi dunia seni, utamanya puisi dan prosa. Selain tulis-menulis, dia juga menggeluti dunia seni peran dengan bergabung dengan Teater 78 dan menulis beberapa naskah drama.

Tahun 1990 Helvy mendirikan Teater Bening, terlibat sebagai sutradara dan penulis naskah dalam berbagai pementasannya. Pernah menjadi redaktur dan Pemimpin Redaksi Majalah Annida, Helvy kemudian banyak terlibat dalam membidani kelahiran para penulis dari berbagai kalangan, di berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara, melalui Forum Lingkar Pena (FLP) yang ia dirikan, 1997. Koran Tempo menjulukinya sebagai Lokomotif Penulis Muda dan The Straits Times menjulukinya pionir bagi sastra Islam Indonesia kontemporer (2003), sedang Los Angeles Times menulis bahwa karya-karya Helvy banyak mengangkat persoalan hak-hak asasi manusia baik di Indonesia maupun yang terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk di Palestina (2007).

Helvy pernah mendapat 40 penghargaan tingkat nasional di bidang penulisan dan pemberdayaan masyarakat, antara lain sebagai Tokoh Sastra dari Balai Pustaka dan Majalah Sastra Horison (2013), Tokoh Perbukuan IBF Award dari IKAPI (2006), Tokoh Sastra Eramuslim Award (2006), Ummi Award (2004), Nova Award (2004), Kartini Award sebagai salah satu The Most Inspiring Women in Indonesia (2009), SheCAN! Award, dan Danamon Award untuk FLP yang ia dirikan (2008). Puisinya “Fi Sabilillah” menjadi Juara Lomba Cipta Puisi Iqra Tingkat Nasional 1992 dengan juri HB Jassin, Sutardji Calzoum Bachri dan Hamid Jabbar. Cerpennya “Jaring-Jaring Merah” menjadi salah satu cerpen terbaik Majalah Sastra Horison dalam satu dekade (1990-2000). Bukavu masuk nominasi Khatulistiwa Literary Award 2008 dan ia menjadi Penulis Puisi Terfavorit serta karyanya Mata Ketiga Cinta terpilih sebagai Buku Puisi Terfavorit Anugerah Pembaca Indonesia dari Goodreas Indonesia, 2012. Helvy juga pernah mendapat Satyalencana Karya Satya 2016 dari Presiden Republik Indonesia.

Tahun 2015 Helvy memulai karir sebagai Produser Film dengan mengangkat karya legendarisnya “Ketika Mas Gagah Pergi” sebagai film religi segala usia untuk keluarga Indonesia. Setelah itu ia menjadi produser Film “Duka Sedalam Cinta” dan “212 The Power of Love”. Helvy pernah menjadi Anggota Dewan Kesenian Jakarta (2003-2006) dan Anggota Majelis Sastra Asia Tenggara (2006-2014) ini juga terpilih sebagai Wakil Ketua Komisi Pengembangan Seni Budaya Islam, Majelis Ulama Indonesia. Nama Helvy kemudian masuk dalam buku kontroversial 33 Tokoh Sastra Paling Berpengaruh di Indonesia yang ditulis Jamal D. Rahman dkk (Gramedia, 2014). Selama sepuluh tahun berturut-turut (2009 hingga yang terbaru untuk 2018) Helvy terpilih sebagai satu dari 20 orang Indonesia yang masuk dalam daftar The World’s 500 Most Influential Muslims (500 Tokoh Muslim Paling Berpengaruh di Dunia) hasil riset Royal Islamic Strategic Studies Centre, Jordan bersama beberapa universitas terkemuka di dunia.

Helvy menulis lebih dari 50 buku, antara lain Perempuan yang Berdansa dengan Puisi/ A Lady Dances with Poetry (2017), Juragan Haji (2014), Tanah Perempuan (2009), Segenggam Gumam (2003) dan Mata Ketiga Cinta (2012). Beberapa karyanya telah diterjemahkan dalam bahasa Inggris, Perancis, Jerman, Arab, Jepang, Swedia dan Persia. Ia sering diundang berbicara serta membacakan karya-karyanya di dalam dan luar negeri, seperti Malaysia, Brunei, Singapura, Thailand, Hong Kong, Jepang, Turki, Mesir, hingga Amerika Serikat.

Helvy bisa dihubungi melalui twitter @helvy atau instagram: @helvytianarosa.

Sumber : https://sastrahelvy.com/tentang-helvy/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eleven + 9 =