Biografi Marion Jola

Nama Marion Jola mendadak jadi perbincangan hangat. Bukan hanya karena ia merupakan calon bintang Indonesian Idol yang suaranya banyak dipuji, tetapi juga karena sebuah video yang dihubungkan dengan dirinya.

Marion jola lahir dengan nama lengkap Marion Rambu Jola Pedy, dan memiliki nama panggilan lala marion, atau marion jola, terserah deh mau panggil yang mana. Ia terlahir dari pasangan berbeda suku. Ayahnya bernama Wida SAP Umbu Dauta yang merupakan orang NTT asli. Dan ibunya bermana Sherly N. Dauta Elim yang memiliki darah cina atau tionghoa. Marion jola adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Marion memiliki 2 adik kembar laki-laki bernama Samuel dan Daniel.

Marion dipanggil Cece yang artinya kakak dalam bahasa cina oleh kedua adiknya. Menurut marion, kenapa dia dipanggil cece karena ingin melestarikan adat tionghoa dari ibunya. Marion lahir pada tanggal 12 juni tahun 2000 pada hari senin. Ini artinya marion saat ini sudah berumur 18 tahun.

Walau baru berusia 18 tahun, tetapi Marion Jola berhasil menunjukkan bakatnya sejak audisi hingga tahap eliminasi ketiga. Gadis yang berasal dari Kupang Nusa Nusa Tenggara Timur ini bahkan digadang-gadang sebagai salah satu kandidat kuat pemenang Indonesian Idol 2018.

Marion memiliki ciri khas berupa suara merdu dan manja serta kemampuannya dalam menggunakan body language. Karena itu pula, semua videonya menjadi trending topik. Tercatat video Marion Jola saat audisi meraih penonton hingga 12 juta orang.

Karir Modeling Marion Jola

Selain memasuki karir menyanyi, Marion Jola pada awalnya adalah seorang model. Walau bukan seorang model profesional, Marion Jola tampak memamerkan sejumlah foto foto modelingnya di akun instagramnya.

Aktif Di Youtube

Marion Jola juga aktif di Youtube. Sejumlah videonya mengcover lagu juga hadir di laman berbagai video tersebut. Ia juga membuat lagu berkolaraborasi dengan penyanyi lainnya dan dipublishnya di laman Youtube.

Sumber : detikinet

 

Biografi Raditya Dika

Dika Angkasaputra Moerwani atau lebih akrab disapa sebagai Raditya Dika merupakan soerang penulis, komika, aktor, dan sutradara tanah air. Ia mengawali karirnya sebagai seorang blogger. Ia menuliskan semua pengalamannya sehari-hari saat berkuliah di Adelaide, Australia, dalam blognya yang berjudul www.kambingjantan.com.

Tak disangka tulisannya yang kocak ternyata menarik kalangan remaja Indonesia. Dari situ, aktor yang akrab disapa Radit ini mulai membukukan tulisannya tersebut dalam sebuah novel yang berjudul “Kambing Jantan: Sebuah Catatan Harian Pelajar Bodoh” (2005). Novel ini kemudian mendapat sambutan hangat di kalangan pecinta buku. Gaya tulisannya yang full humor menjadi sesuatu yang baru bagi pernovelan Indonesia yang kala itu dikuasai oleh genre teenlit. Berkat Radit juga, banyak penulis yang mengikuti jejaknya dengan mencoba mengambil genre komedi.

Dalam buku perdananya itu, Raditya Dika menceritakan kehidupannya saat menempuh pendidikan di Australia. Novel perdananya itu pun jadi best seller.

Lewat sepak terjangnya pula, banyak penulis lain yang mengikuti jejak Dika. Selang setahun, ia merilis novel kedua bertajuk Cinta Brontosaurus. Disusul dengan Radikus Makankakus: Bukan Binatang Biasa (2007), Babi Ngesot: Datang Tak Diundang Pulang Tak Berkutang (2008), Marmut Merah Jambu (2010), dan Manusia Setengah Salmon (2011).

Ternyata larisnya novel Radith memancing ketertarikan produser untuk merealisasikan jadi film layar lebar. Pada tahun 2009, film perdana pria pecinta pancake durian ini bertajuk Kambing Jantan: The Movie rilis. Tak hanya dipercaya sebagai pemain, Radith juga menulis langsung skenarionya. Di film itu, ia beradu akting dengan Herfiza Novianti dan Edric Tjandra.

Kesuksesan Raditya Dika dengan film adaptasinya pun berlanjut. Ia kembali mengadaptasi novelnya menjadi film layar lebar yaitu Cinta Brontosaurus, Manusia Setengah Salmon, dan Marmut Merah Jambu. Seluruh film itu berkisah tentang cinta Dika yang selalu kandas.

Raditya semakin melebarkan sayapnya dengan berpartisipasi dalam stand up comedy. Ia bahkan menjadi salah satu komika berpengaruh. Bahkan, Radith pun dipercaya sebagai juri Stand Up Comedy Indonesia di Kompas TV dan Stand Up Comedy Academy di Indosiar.

Selain itu, Raditya juga mebuat sitkom bertajuk Malam Minggu Miko yang diperankan sendiri olehnya. Lagi-lagi Radith yang juga bertindak sebagai produser, penulis cerita sekaligus pengarah ini mengangkat teman cinta dengan muatan humor yang banyak.

Malam Minggu Miko bercerita tentang kehidupan percintaan Miko yang selalu sial. Sitkom buatannya terbilang sukses karena berhasil menarik penonton YouTube lebih dari 50 juta orang.

Raditya Dika menjadi salah satu artis yang memilik blog dan vlog dengan jumlah pengunjung terbanyak hingga jutaan orang.

Selain itu, dalam hal asmara Raditya pernah berpacaran dengan sederet artis tanah air seperti seperti Herfiza Novianti, Sherina, dan Anissa Aziza. Ia juga cukup terbuka terhadap kisah cintanya.

Bahkan, Raditya tidak ragu menulis kisah cintanya dengan artis-artis itu. Salah satunya kisah asmaranya dengan Sherina yang hadir dalam novel Marmut Merah Jambu.

Setelah bergonta-ganti pasangan, akhirnya Raditya pun resmi melamar Annisa Aziza yang telah dipacarinya kurang lebih setahun. Annisa Aziza adalah seorang bintang sinetron yang pernah membintangi Tukang Bubur Naik Haji The Series. Meski umur Raditya dan Annisa berselisih 10 tahun, namun itu bukanlah jadi penghalang bagi mereka berdua untuk naik ke pelaminan.

Sumber : BIOGRAFIKU

 

Biografi Deddy Corbuzier

Pesulap dan pembawa acara ini selalu tampil dengan busana berwarna hitam. Di adalah Deodatus Andreas Deddy Cahyadi Sunjoyo atau yang dikenal dengan nama Deddy Corbuzier. Mentalis keturunan Tionghoa ini lahir di Jakarta 28 Desember 1976.

Deddy telah menunjukkan ketertarikannya di bidang sulap sejak usia 8 tahun. Dari tayangan sulap oleh Mark Wilson, Deddy kecil tertarik mempelajari teknik sulap berupa mengeluarkan burung dari topi dan mengubah tongkat sebagai bunga. Ia pun mulai belajar dari buku sulap yang dibelikan sang ibu.

Deddy lalu berguru pada beberapa pesulap senior untuk mempelajari beberapa trik sulap sederhana. Namun, ia tak puas. Di usianya yang ke-12, Deddy bertekad mempelajari jenis sulap yang lebih sulit. Dia memulai kariernya dengan memeragakan beberapa jenis sulap di Dunia Fantasi Ancol, Jakarta.

Beranjak dewasa, Deddy makin mantap memilih sulap sebagai bagian hidupnya. Ia dikontrak selama tujuh tahun oleh International Hotel untuk menunjukkan kemampuan sulapnya pada saat berusia 18 tahun.

Pada kesempatan berkunjung ke Israel, Deddy menyadari ada berbagai jenis ilmu sulap. Dia mulai mencoba mempelajari Mental magic dan akhirnya mendedikasikan hidupnya sebagai seorang mentalist.

Pulang ke Indonesia, Deddy meringkas namanya menjadi Deddy Corbuzier sekaligus mengubah penampilan rambutnya menjadi lebih unik. Berkat tayangan sulap bertajuk Impresario di RCTI, nama Deddy Corbuzier mencuat dengan cepat, tayang pada tahun 2000.

Deddy membawakan acara Impresario selama tiga tahun dengan gaya berbeda. Segera dalam sepuluh tahun Deddy telah berhasil memberikan sajian berbeda dalam seni hiburan khususnya sulap. Dari beberapa tayangannya, sisi sulap yang terkesan tua menjadi seni modern.

Atraksi mengendarai mobil dengan mata tertutup, pertunjukan sulap terlama hingga menebak isi tajuk utama harian nasional. Itulah kegiatan Deddy Corbuzier. Apa yang telah ia lakukan telah memberikan sumbangan besar bagi dunia hiburan Indonesia.

Pada 25 Februari 2005, Deddy mengakhiri masa lajangnya dengan Kalina Oktarani atau lebih akrab disapa Kalina. Mereka telah dikaruniai seorang anak, Azkanio Nikola Corbuzier. Karena perbedaan agama, Deddy dan Kalina menikah dengan dua acara, pertama secara Islam dan selanjutnya secara negara.

Deddy juga sempat menjadi juri di program televisi “The Master” yang tayang di RCTI bersama Romy Rafael dan Melisa Karim. “The Master” merupakan ajang kompetisi bagi para pesulap di tanah air yang telah berjalan selama 5 session.

Kesuksesan The Master membuat munculnya acara serupa yaitu The Master Junior di stasiun televisi RCTI serta Raja Sulap (Indosiar). Deddy juga berperan sebagai konsultan beberapa acara televisi sejenis seperti Hipnotis (Romy Rafael) dan Memang Sulap Memang Sihir.

Selanjutnya, nama Deddy kembali dikenal sebagai pembawa acara “Hitam Putih” Trans7, sebuah talkshow inspiratif yang mengangkat hot topik dengan gaya yang santai.

Tak puas dengan hanya tampil sebagai mentalis, Deddy kemudian menulis buku. Latar belakang pendidikannya sebagai lulusan fakultas psikologi membantu suami Kalina Oktarani merilis dua buku sulap berjudul Divka dan Mantra.

Buku yang mengulas beberapa trik sulap mendapat sambutan luas dari publik. Buku teranyar yang dibuat Deddy berjudul “Book of Magic”, yang memberikan trik bagi pesulap pemula yang ingin mempelajari sulap.

Deddy juga berkolaborasi dengan beberapa pesulap tenar dunia di antaranya Mind and Magic with Todd Diamond, Magic with Jeff McBride, Deddy Corbuzier and Pierre Ginnet (Master of Pickpocket) serta Deddy Corbuzier and Jay Scott Barry.

Deddy juga membuat beberapa acara khusus yang berkaitan dengan sulap seperti Deddy Corbuzier Mind Games, 1604, Mentalist in Action. Acara lain yang juga membuat namanya kembali melambung sebagai salah satu juri yaitu Master Mentalist (RCTI).

Berawal dari mendirikan sebuah komunitas dan manajemen yang disebut Pentagram Manajemen pada 1998. Kemudian, komunitas ini menelurkan para pesulap yang juga tenar di antaranya Romy Rafael, Demian Aditya, Bow Vernon, Faro, Decky San, dan Oge Arthemus. Pada akhir 2007, Pentagram Management berubah menjadi Corbuzier Management.

Cita-citanya membumikan sulap tak kunjung padam. Deddy kemudian mendirikan sebuah sekolah sulap, Corbuzier School of Magic lengkap dengan toko peralatan sulap dengan nama Corbuzier Magic Shop. Dengan begitu, Deddy berharap bisa mencetak lebih banyak pesulap muda yang mampu menghibur.

Selain sebagai mentalis, yang sering tampil dalam berbagai acara sulap dan talk show tentang sulap di berbagai stasiun televisi, ia juga pernah membintangi sejumlah iklan di televisi dan media cetak. Bahkan, ia berkesempatan bermain dalam sejumlah sinetron dan film layar lebar.

Selain karier di dunia entertainment, Deddy mulai melirik bidang lain sebagai investasi. Salah satunya adalah berbisnis. Ia memilih membuka restoran jepang Takigawa bersama teman-teman artis lainnya.

Meski telah memiliki nama, bukan berarti Deddy tak dihinggapi masalah selama menjalani trik-trik menantang. Dalam sebuah atraksinya yang menggunakan pistol, ternyata Deddy tak memiliki surat izin untuk pistol yang ia gunakan. Akibatnya, Deddy kemudian meminta maaf atas kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Pada Agustus 2009, secara mengejutkan Kalina menggugat cerai Deddy. Padahal, selama menikah, pasangan ini termasuk yang sangat jarang diterpa gosip. Sempat berhembus rumor jika ini hanya untuk membuat nama Deddy yang sempat meredup di dunia hiburan kembali lagi. Namun, hal ini dibantah oleh pengacara Kalina. Tapi pada akhirnya, gugatan ini dicabut.

Namun, sepertinya, hubungan mereka sudah tidak dapat dipertahankan lagi. Pada 31 Januari 2013 mereka akhirnya resmi berpisah.

Setelah perceraian itu, Deddy sempat digosipkan dekat dengan beberapa wanita salah satunya Titi Rajo Bintang ketika keduanya sama-sama tampil sebagai juri “Indonesia Mencari Bakat” musim ketiga.

Pada tahun 2013, pria dengan kepala pelontos ini menciptakan metode diet baru yang diberi nama OCD (Obsessive Corbuzier Diet) yang berbasis pada teknik Intermittent Fasting digabungkan dengan latihan HIIT (High Intensity Interval Training).

Metode ini sebetulnya bukan metode baru, namun berkat OCD, Deddy berhasil memiliki tubuh berotot dengan kadar lemak yang rendah sehingga OCD menjadi popular di Indonesia.

Selang beberapa waktu, tercium kabar kedekatan Deddy Corbuzier dengan Chika Jessica. Mereka juga terlibat dalam 1 film layar lebar bertajuk Triangle the Dark Side (2016).

Deddy mengaku kenal Jessica lewat Indro Warkop. Deddy dan Chika juga bekerja sama dalam pembuatan video parodi bertajuk “My Boss and Me” yang sering diunggah lewat instagram miliknya. Meski begitu status hubungan mereka masih penuh misteri layaknya dalam dunia sulap.

Sumber : WIKIPEDIA

 

Biografi Atta Halilintar

Cowok kelahiran Dumai, 20 November 1994 ini adalah anak sulung dari Gen Halilintar. Atta yang awalnya cuma iseng-iseng bikin vlog aktivitas Gen Halilintar, akhirnya bikin channel YouTube sendiri, atta halilintar.

Cowok berdarah Minangkabau itu bikin konten yang beragam di channe l YouTube-nya. Mulai dari daily life, rap, prank, Q & A, gaming, dan macem-macem, deh. Yap, Atta emang salah satu YouTuber dengan jumlah subscriber yang udah menyentuh jutaan di Indonesia. Sampai artikel ini ditulis, subscriber Atta udah mencapai 5 juta!

Lahir dari keluarga besar Halilintar, Atta mewarisi jiwa bisnis kedua orangtuanya. Ia menjadi pengusaha muda dan Youtuber.

Muhammad Attamimi Halilintar atau lebih akrab dipanggil Atta Halilintar merupakan anak sulung dari kesebelasan Gen Halilintar. Dirinya dikenal sebagai vlogger dan pengusaha muda kreatif.

Atta adalah putra dari pasangan Halilintar Anofial Asmid dan Lenggogeni Faruk. Dirinya telah mewarisi jiwa bisnis kedua orang tuanya.

Atta tidak pernah meminta uang jajan kepada orang tuanya. Ditambah lagi, ketika mereka sekeluarga tinggal di Malaysia, bisnis orang tuanya sempat mengalami kesulitan. Dari situlah Atta belajar untuk berbisnis. Bahkan ketika masih SD, Atta sudah menjual makanan seperti roti, sandwitch, dan mainan anak-anak.

Saat usianya 11 tahun, Atta merintis bisnis kecil-kecilan dengan menjual nomor perdana. Usahanya ini pun berkembang hingga Atta punya konter sendiri. Sukses di bisnis kartu perdana, Atta menjajal usaha baru dengan menjual kendaraan bekas. Dia sempat tidak dipercaya karena usianya terlalu muda, namun lagi-lagi ia sukses menjalani bisnis tersebut.

Tak hanya bisnis kartu perdana dan kendaraan bekas, Atta juga menjual ponsel asal Cina. Ia membuka took pertamanya di Kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Ponsel Cina itu ternyata laku dipasaran. Atta berhasil meraup keuntungan mencapai Rp 1 miliar.

Sebelum naik daun, pada awalnya sang ibu menulis buku bertajuk Kesebelasan Gen Halilintar: My Family My Team yang mengisahkan tentang perjalanan kehidupan keluarganya, dengan 11 anak, keliling dunia tanpa bantuan pembantu dan baby sitter.

Baru setelahnya, satu persatu anggota Gen Halilintar dikenal masyarakat.
Ditambah lagi, Atta yang selalu memanfaatkan peluang bisnis yang terlihat ini pun menciptakan channel YouTube miliknya sendiri dengan konten-konten menarik. Atta tidak ragu mengeluarkan uang puluhan juta untuk membeli squishy dan keperluan vlog lainnya.

Saat April 2018, pada usianya 23 tahun, jumlah subscriber di YouTube miliknya mencapai 2.6 juta dengan pendapatan mencapai Rp9 miliar. Atta telah membuktikan berhasil menjadi influencer bagi anak muda saat ini.

Sumber : VIVA

 

Biografi Joe Taslim

Biografi Joe Taslim

Johanes Taslim atau lebih terkenal sebagai Joe Taslim merupakan aktor Indonesia yang lahir di Palembang, 23 Juni 1981. Dia adalah putra pasangan Mardjuki Taslim dan Maria Goretty yang piawai berakting dan jago bela diri.

Awal karir Joe dimulai di dunia olahraga. Ia merupakan atlet Judo profesional yang telah menyabet sederet penghargaan. Joe meraih gelar jawara Judo se-ASEAN dan berhasil membawa pulang medali emas di ajang South East Asia Judo Championship Singapore 1999. Selain itu, ia juga mempersembahkan medali perak di ajang SEA Games 2007.

Di sela kesibukan sebagai atlet, Joe mengaku tidak bisa membendung keinginannya terjun berakting. Ia pun mulai mengikuti casting. Ia lantas didapuk tampil di film perdananya, “Karma” (2008).

Film “Karma” menjadi debut pertama Joe Taslim di layar lebar. Di film tersebut ia beradu peran dengan aktor senior Him Damsyik. Setahun kemudian, Joe kembali main dalam film “Rasa”.

Setelah berperan dalam film Rasa pada tahun 2009, Joe kembali berakting untuk film laga “The Raid: Redemption” yang rilis 2 tahun kemudian. Dalam film besutan sineas Gareth Evans ini, Joe berperan sebagai Sersan Jaka. Ia juga beradu akting dengan aktor laga seperti Iko Uwais dan Yayan Ruhian.

Film aksi tersebut ditayangkan pertama kali pada Festival Film Internasional Toronto (Toronto International Film Festival, TIFF) 2011 sebagai film pembuka untuk kategori Midnight Madness, dan menuai pujian dari para penonton dan kritikus film.

The Raid pun memperoleh penghargaan The Cadillac People’s Choice Midnight Madness Award. The Raid menjadi film Indonesia pertama yang paling berhasil di level internasional.

Kesuksesan ayah 3 anak ini semakin memikat setelah memperoleh peran sebagai Jah dalam film aksi terkenal “Fast and Furious 6” yang tayang tahun 2013. Meski mendapat peran antagonis melawan tokoh utama Dominic Toretto (Vin Diesel) dan Brian O’Conner (Paul Walker), namun penampilannya memberi kebanggaan sendiri bagi masyarakat Indonesia.

Pada tahun yang sama juga, suami dari Julia Taslim ini berperan untuk film nasional bertajuk La Tahzan sebagai orang Jepang bernama Yamada yang ingin melamar Viona, namun mereka terbentur keyakinan.

Setelah 3 tahun tidak muncul, Joe kembali berperan untuk film Hollywood, Star Trek Beyond sebagai alien bernama Manas. Sedangkan pada tahun 2017, ia kembali berperan untuk film Indonesia bertajuk Surat Kecil Untuk Tuhan bersama Bunga Citra Lestari, Lukmat Sardi, Ben Joshua, Aura Kasih, dan lainnya.

Berkat aktingnya di layar lebar, Joe telah diganjar 2 penghargaan, yaitu Pemeran Utama Pria Terbaik Indonesian Movie Actor Award 2014 dan Aktor Favorit Indonesia KCA 2015. Ini sekaligus melengkapi tropi yang diraihnya dari dunia olaharga judo.

Sumber : VIVA

 

Biografi Dian Sastrowardoyo

Dia memancing gairah perfilman nasional hidup kembali. Penampilannya di Ada Apa Dengan Cinta, dan sejumlah film lain menyabet banyak pujian dan penghargaan.

Karier Dian Sastro di dunia hiburan bermula setelah dia menjadi juara cover girl majalah Gadis pada 1996. Sejak saat itu, Dian mendalami dunia model. Dia mulai terlibat di dunia akting tatkala menjadi model bagi video klip band ‘Sheila on 7’ pada 1999.

Setelah itu, dia turut terlibat klip video ‘The Fly’ serta ‘Kla Project.’ Pada 2000, anak tunggal pasangan almarhum Ariawan Rusdianto Sastrowardoyo, dan Dewi Parwati Setyorini ini mulai dapat tawaran bermain film indie berjudul ‘Bintang Jatuh’.

Pengalaman itu membuat Dian jatuh cinta pada dunia film. Aktingnya menuai pujian banyak pihak. Film indie pertamanya, Bintang Jatuh (2000), karya Rudi Sudjarwo, diedarkan di kampus-kampus, dan tidak ditayangkan di bioskop. Dian beradu akting dengan Marcella Zalianty, Garry Iskak, dan Indra Birowo.

Dia melakoni peran lebih serius, saat berakting dalam Pasir Berbisik (2001) bersama Christine Hakim, Slamet Rahardjo dan Didi Petet. Lewat film ini pula Dian menyabet pemeran wanita terbaik pada Festival Film Internasional Singapura (2002), dan Festival Film Asia di Deauville, Perancis (2002).

Alumni SMU Tarakanita I ini memenangi Piala Citra 2004, sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik dan Aktris Terbaik dalam Festival Film Asia di Prancis. Setahun kemudian, dia berperan dengan sangat baik sebagai Cinta dalam film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) pada 2002. Film itu disebut-sebut melecut kembali gairah film nasional yang lesu. AADC bercerita tentang remaja Jakarta, dan kisah cinta yang tidak cengeng, laris menjadi tontonan di dalam dan luar negeri. Selama berbulan-bulan film itu bertengger di peringkat tertinggi di bioskop tanah air, maupun luar negeri.

Dua pemeran utama AADC, Dian Sastro dan Nicholas Saputra, berkeliling ke tujuh kota di Jepang, karena film itu diputar di 30 bioskop di negeri Sakura itu. Antara lain, di Tokyo, Osaka, Sapporo, Nagoya, Kyoto, Fukuoka dan Kobe.

Mencoba Sinetron

Meski sebelumnya enggan bermain sinetron, dia akhirnya terjun dalam sinetron Dunia Tanpa Koma (2006). Selain itu, Dian juga tampil membawakan beberapa acara televisi. Dia kembali berduet akting dengan Nicholas Saputra di film 3 Doa 3 Cinta (2008), enam tahun setelah kisah sukses mereka di AADC. Di ajang International Festival of Asian Cinema V Seoul, 3 Doa 3 Cinta mendapat penghargaan Grand Prize of the International Jury.

Kecintaannya pada film pun kian kuat. Dalam Drupadi (2009), Dian membuktikan diri sebagai aktis sekaligus produser film. Seni peran juga menantangnya tampil di panggung teater. Saat peluncuran novel “9 Dari Nadira” karya Leila S Chudori, awal Desember 2009, dia tampil memainkan satu karakter dari novel itu. Setelah debut perdana di panggung teater, Dian mengaku lelah menghafal naskah teater yang panjang. Dia lebih menikmati peran di layar lebar.

Kehidupan Asmara

Sejak bersinar dalam AADC, kehidupan pribadi Dian selalu menjadi perhatian. Begitu juga kisah asmara di seputar artis ini. Sejumlah lelaki disebut-sebut pernah dekat dengan Dian, misalnya pembalap Moreno Soeprapto. Kisah cinta Dian dengan Moreno tak bertahan lama, keduanya berpisah dan memilih jalan masing-masing.

Putus dari Abi, Dian lama tak terlihat menggandeng pria. Bintang sabun Lux ini mengaku menikmati masa kesendiriannya itu. Awal November 2009 berhembus kabar jika cucu tokoh pergerakan nasional Prof Mr Sunario Sastrowardoyo ini bertunangan dengan kekasihnya, Indraguna Sutowo.

Ia menikah dengan Indraguna Sutowo pada 18 Mei 2010. Setelah itu, Dian berkonsentrasi pada keluarga dan sekolahnya. Ia pun menyelesaikan kuliahnya di Universitas Indonesia. Ia juga sempat menjadi dosen di kampus almamaternya.

Setelah lama hampir 14 tahun menghilang di dunia peran, Dian kembali dengan film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) 2. Tak hanya itu, Dian juga bermain dalam film Kartini. Dian terus berkarya dengan segala yang dimilikinya. Ia ternyata masih menjadi idola.

Sumber : BIOGRAFIKU

 

Biografi Melly Goeslaw

Tak kenal menyerah, Melly Goeslaw terus berkarya. Dari tangannya lahir lagu-lagu hits bukan hanya untuk dirinya, tapi juga penyanyi lainnya. Melly Goeslaw sering dia sering dijuluki sebagai Sang Ratu Soundtrack.

Putri tunggal dari pasangan Ersi Sukaesih dan Melly Goeslaw ini lahir di Jakarta, 7 Januari 1974. Ayahnya seorang pemusik jazz. Melly mengawali karier bermusik secara professional sejak tahun 1988 saat dia membuat album solo debutnya yang bertitel Pilihanku Deritaku.

Album yang berisi 10 lagu dengan single hit Pilihanku Deritaku karya Maxie Mamiri ini dibawakan Melly secara kolaboratif dengan Robby N.S. Sayangnya, album ini gagal di pasaran. Dalam album perdananya itu Melly menggunakan nama panggung Melliana Cessy.

Lama menghilang pasca kegagalan album debutnya, Melly datang lagi ke pentas musik tanah air bersama dengan grup band Potret yang dibentuknya bersama dengan Anto Hoed (yang akhirnya menjadi suami Melly) dan Ari Ayunir yang memegang posisi drummer.

Melly menganut agama Islam setelah bernikah dengan Anto pada tahun 1995 silam. Kini mereka dikaruniai dua orang anak lelaki. Anak pertama mereka Anakku Lelaki Hoed (Ale) lahir pada 22 Agustus 2000, disusul anak kedua mereka Pria Bernama Hoed (Abe) yang lahir 9 Mei 2003. Selain telah mengorbitkan banyak penyanyi Melly Goeslaw adalah seorang komposer yang sangat hebat, dia mampu menciptakan lagu – lagu yang tidak kalah hebat, seperti dialbum solonya yang pertama “melly” , Melly mengajak Ari Lasso untuk berduet dengannya, dan lagu tersebut berjudul “Jika”, lagu itu sukses dipasaran.

Setelah 3 tahun fakum dihiburan musik tanah air, Melly Goeslaw mendapat tawaran soundtrack dengan didampingi suaminya, Anto Hoed. Soundtrack pertamanya “Ada Apa Dengan Cinta” yang sudah mendapat sukses besar di Indonesia, dan soundtracknya pun juga terkenal di berbagai negara salah satunya Malaysia, seperti lagu “Ku Bahagia”, “Bimbang”, “Ada Apa Dengan Cinta ?”, Dll,.

Setelah kesuksesannya yang besar, Melly Goeslaw mendapat soundtrack lagi yang tidak kalah suksesnya, “Eiffel … I’m In Love”, Melly Goeslaw mampu mengimbangi soundtrack dengan filmnya dengan lagu hits seperti “Pujaanku”, “Tak Tahan Lagi”, Dll,. Dan setelah 5 tahun tidak membuat album solo (2004), Melly Goeslaw mengeluarkan album solonya yang ke-2 yaitu berjudul “Intuisi”, bukan Melly Goeslaw namanya kalau tak ada soundtrack, dialbum itu ada 3 lagu yang dijadikan soundtrack dan single dari album itu juga, seperti “Tentang Dia”, “Cinta”, dan “Biarkan saja ini mengalir”.

Belum lama merilis album solonya yang ke-2, Melly mendapat soundtrack lagi, yang berjudul “Apa Artinya Cinta ?”, di soundtrack ini Melly mengajak teman duet lamanya yaitu Ari lasso untuk menjadi teman soundtrack dalam single yang pertama yaitu lagu yang berjudul “Apa Artinya Cinta ?”. Dan single keduanya juga tak kalah sukses dengan single pertamanya yaitu “I’m Fallin’ In Love”. Ditahun berikutnya Melly Goslaw mendapat soundtrack lagi, yaitu film yang sangat fenomenal, “My Heart”. Tapi sayangnya Melly Goeslaw tidak ikut bernyanyi, Melly Goeslaw Dan Anto Hoed hanya menjadi konmposer/Pencipta semua lagu yang ada didalamnya, dan singlenya sangat sukses dipasaran yang berjudul “My Heart”.

Ditahun berikutnya Melly Goeslaw membuat album solonya yang Ke-3 yaitu berjudul “Mindnsoul”, dan merupakan album kumpulan lagu – lagu Melly dialbum sebelumnya, dan album ini mengeluarkan 3 lagu baru dan 3 single yang sukses dipasaran seperti lagu “Let’s Dance Together” , “Gantung” , dan “Risau”. Tak lama kemudian Melly Goeslaw dan suaminya mendapatkan soundtrack yang berjudul “The Butterfly”, singlenya sukses namun sayangnya Melly Goeslaw hanya mengeluarkan satu single saja yaitu, “Butterfly”.

Satu tahun tanpa soundtrack Melly Goeslaw mendapatkan soundtrack lagi yang berjudul “Ketika Cinta Bertasbih”, film itu sangat fenomenal dan Melly mengeluarkan single “Ketika Cinta Bertasbih”, “Tuhan Beri aku Cinta” dinyanyikan oleh Ayushita, Dan “Menanti Cinta” dinyanyikan oleh Krisdayanti. Ditahun berikutnya Melly Goeslaw mendapatkan 3 Soundtrack sekaligus yaitu “Heart 2 Heart”, “Kabayan Jadi Milyuner”, Dan “Love Story”. Semenjak itu Melly Goeslaw sering disebut dengan julukan “Si Ratu Soundtrack” karna telah menggarap kurang lebih 10 Soundtrack film dengan suaminya, Anto Hoed.

Sumber : BIOGRAFIKU

 

Biografi Ernest Prakasa

Sejak stand up comedy populer di Indonesia, nama Ernest Prakasa sebagai salah satu komika (istilah untuk orang yang melakukan stand up comedy) di tanah air. Ernest Prakasa adalah seorang pelawak tunggal Indonesia yang lahir di Jakarta, 29 Januari 1982. Ia dikenal sejak menjadi juara ketiga dalam acara Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) pada tahun 2011 lalu dan juga dikenal sebagai seorang komedian Tionghoa-Indonesia yang sering menjadikan kehidupan etnisnya sebagai materi komedi tunggal.

Pria yang mengawali kariernya di industri musik ini awalnya bergabung dengan Universal Music, kemudian ia pindah ke Sony Music. Ia berkutat di industri musik kurang lebih selama enam tahun.

Setelah menyadari bakatnya di stand up comedy, ia akhirnya memilih untuk fokus menekuni profesinya sebagai pelawak tunggal, bersama Pandji Pragiwaksono, Raditya Dika, Ryan Adriandhy dan Isman H Suryaman.

Kecintaannya terhadap dunia lawak, ia mendirikan sebuah komunitas untuk pelawak tunggal pertama di Indonesia. Komunitasnya hingga kini terus berkembang hampir di 15 provinsi. Ia juga diangkat sebagai ketua pertama yang sekaligus perintis dari Stand Up Indo hingga Juni 2013.

Tahun 2012, ia melakukan tur komedi tunggal di banyak kota seperti Bandung, Semarang, Denpasar, Solo, Surabaya hingga berbagai kota di Kalimantan. Saat itu ia menjadi komdian pertama asal Indonesia yang melakukan itu.

Ernest bersama komedian lainnya yang beretnis Tionghoa-Indonesia menggelar pertunjukan komedi tunggal yang berjudul Ernest Prakasa & THe Oriental Bandits yang digelar di Gedung Kesenian Jakarta, Februari 2013 silam sebelum perayaan Imlek.

Pada November 2013, Ernest kembali mengadakan tur keduanya yang diberi tema IIIucinati, dengan mengunjungi lebih banyak kota dari tur pertamanya seperti Makassar, Samarinda, Banda Aceh, Solo, Semarang, Jogja, Bogor, Bandung, Malang dan lainnya sebanyak 17 kota.

Dengan acara penutupnya digelar di Jakarta yang mencatatkan rekor sebagai komedi tunggal spesial pertama di Indonesia yang digelar sebanyak tiga kali dalam satu hari.

Berkat pembawaannya yang menjadi perhatian banyak orang, Ernest juga beberapa kali bermain film seperti Make Money, Comic 8, Kukejar Cinta ke Negeri Cina, CJR The Movie, Rudy Habibie, dan Cek Toko Sebelah.

Selain dikenal sebagai pelawak dan aktor, Ernest juga menjadi presenter di beberapa acara tv. Ia membawakan acara Stand Up Comedy Show, Comic Action, dan Indonesia Harus Buka. Bahkan ia pernah menjadi juri pada ajang Stand Up Comedy Academy tahun 2015.

Selain aksi melucu, ia juga menggeluti dunia tulis menulis yang tentunya berhubungan dengan dunia tawa. Bahkan ia juga terjun menjadi penulis skenario film sekaligus sebagai sutradara. Ia mampu melahirkan film komedi penuh pesan moral dalam film Cek Toko Sebelah.

Atas karyanya ini, ia dinobatkan sebagai Penulis Skenario Terpuji pada Festival Film Bandung 2017, begitu juga dengan filmnya memenangkan dalam katagori Film Terpuji. Bahkan ia juga masuk nominasi Pemeran Utama Pria pada Festival Film Indonesia 2017.

Dalam kehidupan pribadinya, pada 2007, Ernest resmi menjadi suami dari wanita bernama Meira Anastasia. Saat itu Ernest memutuskan untuk menikah muda pada usia 25 tahun dan sang istri berusia 24 tahun saat itu.

Mereka telah dikaruniai dua orang anak yang bernama Sky Tierra Solana dan Snow Auror Arashi. Kini kehidupan mereka bisa dikatakan cukup bahagia yang hampir tidak pernah diterpa gosip seperti selebritis lainnya. Kuncinya, Ernest menjaga keseimbangan waktu untuk keluarga dan pekerjaan.

Sumber: VIVA

Biografi Chandra Putra Negara

Biografi Chandra Putra Negara

Tentang Chandra

Chandra kecil lahir di kota Surabaya pada tanggal 21 Desember 1976, Lahir dalam keluarga olahragawan dan harmonis. Ayah beliau Bpk Kodrat adalah seorang atlit basket di klub CLS (Cahaya Lestari Surabaya) yang sangat terkenal di masanya dan begitu pula Ibunya Alm. Madelena Tressie merupakan seorang wanita energik, atlit basket dan Juara dalam kompetisi Aerobik di masanya. Bersama 4 kakak kandungnya sejak kecil hingga SMP kehidupan sehariannya tidak terlepas dari dunia olah raga terutama Renang. Bahkan kakak kandung beliau sempat mewakili Timnas Renang Indonesia di arena SEA GAMES dan menjadi kwartet Nasional saat itu. Sejak kecil tidaklah heran kalau beliau terbiasa bangun jam 4 subuh untuk berenang dan kemudian dilanjutkan ke sekolah sampai jam 13, dan sore harinya pk 15 hingga pk 18 kembali ke kolam renang untuk berlatih. Dari masa kecil inilah mental Chandra kecil sudah terbentuk untuk disiplin, komitmen, dan terbiasa dengan tempaan keras.

Chandra Tumbuh sebagai Remaja yang “BIASA” yang “Tidak PD”

Kesuksesan Chandra sekarang bukan berarti beliau adalah Manusia Super sejak kecil. Di kala SMP Chandra sering menjadi bulan bulanan teman SMP nya, karena semua siswanya adalah anak Laki-Laki. Badannya yang kurus dan kerempeng, “cukup menarik” untuk selalu dikerjain dan dijadikan ‘sansak hidup’ bagi teman temannya. Tidak jarang beliau pulang ke rumah dengan kaki yang bengkak dan wajah yang lebam. Berangkat dari pengalaman itulah Chandra tertarik untuk belajar Ilmu Bela diri. Di usia SMP inilah Chandra mulai mengenal olah raga TAE KWON DO dari rekan kakaknya, sesama atlit nasional yang berprestasi sebagai juara Tae kwon Do Putri Nasional pada tahun 1990an. Bak gayung bersambut datanglah SANG DEWI PENOLONG (Guru Tae Kwon Do Wanita) untuk mengakhiri ‘kutukan maut’ di SMPnya. Tidak terasa 1 tahun awal praktis Chandra belajar bela diri tetapi tetap saja masih menjadi cowok penakut, karena dasarnya Chandra tidak suka berkelahi.

Jadi memang sudah nasibnya Chandra tetap menjadi anak remaja yang kurang PD alias Minder sehingga Citra Dirinya tergores dan terpukul. Dan untunglah kebrutalan itu hanya di SMP karena setelah SMA lingkungan sekolahnya telah berbeda. Tetapi semangat belajar untuk membangun karakter di dalam Olah Raga asal Korea tersebut membuat dirinya jatuh cinta pada Tae Kwon Do untuk tidak sekedar belajar bela diri bahkan beliau ingin berprestasi. Puncaknya pada tahun 1994 beliau berhasil meraih medali perunggu pada Kejurda se Jatim dan Kejuaraan Se Jabotabek di tahun 1995. Dan puncaknya beliau keluar sebagai Juara 1 pada Kejurda Propinsi Jatim di tahun 2000.

Chandra Memasuki dunia Networking

Pada tahun 1994 Chandra telah menamatkan studi SMAnya dan melanjutkan studinya ke Perguruan Tinggi, Ubaya Fakultas Teknik Industri-lah yang menjadi pilihannya saat itu. Pada tahun 1996 Usaha yang dirintis oleh Ayahnya mulai mengalami gangguan finansial dikarenakan menggunakan bunga Bank. Dari kondisi itulah Chandra memutuskan untuk menjadi Guru les privat dari rumah ke rumah untuk menambah uang saku serta meringankan beban orang tuanya.

Di saat mengajar itulah Chandra mulai berkenalan dengan dunia MLM melalui salah seorang muridnya. Disanalah beliau akhirnya berkenalan dengan salah seorang CSD KK Indonesia yang sangat sukses yaitu CSD Bentek Hijani. Sejak pertemuan itulah semangat Chandra semakin berkobar kobar untuk mengalami kesuksesan yang sesungguhnya yaitu menjadi Diamond (posisi tertinggi saat itu) di dalam bisnis MLM tersebut. Ditambah lagi beliau mengikuti seminar PDS yang diadakan oleh DR. Andrew Ho semakin membuat Chandra bertekad untuk serius berkarir di perusahaan tersebut. Tetapi malangnya nasib perusahaan MLM tersebut cuma seumur jagung karena kurangnya komitmen dari TOP management perusahaan akibat terpukul oleh krisis moneter yang melanda Indonesia di Tahun 1997 dan dilanjutkan krisis Multi Dimensi di Tahun 1998. Padahal jaringan distributornya telah mencapai 1000 orang dalam kurun waktu 2,5 tahun dan telah mampu membeli sebuah mobil sedan untuk mendukung kegiatan operasional bisnisnya.

Tahun 1999, Kehidupan Keras & Berat Menantinya

Disinilah kisah menarik Chandra dimulai, pada tanggal 8 Januari 1999 akhirnya Chandra memutuskan untuk keluar dari perusahaan tersebut dan mengikuti jejak dari DR. Andrew Ho dan Upline Upline Leadernya untuk berkiprah di KK Indonesia.

Di dalam proses untuk mengembangkan usahanya itulah Chandra dihadapkan oleh 3 kendala serius yaitu :

1) Menamatkan studi S1 nya,

2) Mengembangkan bisnis KK Indonesia sebagai perintis serta

3) Mama tercinta yang harus masuk Rumah Sakit.

Dalam kondisi yang kalut, Chandra harus bangun pagi untuk membangun jaringan bisnisnya sepanjang hari dan tidur subuh untuk menemani Ibunda yang sedang sekarat di Rumah Sakit. Dalam sehari Chandra maksimal praktis hanya tidur selama 3-4 jam saja selama berbulan bulan. Tapi Tuhan berkehendak lain, pada tanggal 22 Juli 1999 Mama tercinta beliau dipanggil di sisi Tuhan YME untuk selama lamanya. Kondisi Chandra down, ling lung, terpuruk, putus asa dan depresi berat.

Karena selain usaha Ayahnya yang sudah bangkrut, Chandra harus menanggung hutang dari usaha Mamanya yang ditipu oleh partner usahanya sebesar Rp 400 jt. Sebuah angka yang cukup fantastis yang harus ditanggung oleh seorang Pemuda berusia 22 tahun yang tidak memiliki modal sepeserpun pada waktu tersebut. Rumah dan Toko ayahnya terpaksa harus dijual untuk membayar hutang tersebut sehingga Chandra dan keluarganya terpaksa harus mengontrak Rumah untuk melangsungkan kehidupannya. Hasil penjualan aset orang tuanya itupun belum bisa melunasi seluruh hutang mamanya, ditambah lagi hutang dari pihak ketiga yang senantiasa meneror kehidupan keluarga Chandra saat itu.

Namun masalah terberatnya bukan itu, melainkan kepergian SANG IBU lah yang membuat Chandra depresi dan hampir bunuh diri, Mengapa? Karena setiap malam hingga pagi Chandra senantiasa berdoa dan mengharapkan kesembuhan Ibunya agar bisa bersama sama bangkit kembali dari keterpurukan finansial.

Dan melalui bisnis KK Indonesia beliau dan mamanya bertekad akan berjuang untuk membayar hutang yang telah ditipu partner usahanya. Bayangkan penghasilan Chandra saat itu baru Rp 2,5jt/ bulan, tetapi dia harus menanggung hutang Rp 400jt. Berarti Chandra harus menanggung Hutang sebesar 160 kali lipat dari penghasilannya, apakah mungkin?

Tetapi manusia boleh berencana, Tuhan lah yang menentukan Takdir, Mamanya harus meninggalkan beliau selama lamanya. Sekali lagi selama lamanya! TRAGIS memang hidup Chandra saat itu. Ibarat layang layang yang putus, Chandra benar benar disambar petir di siang bolong. Sampai suatu malam Chandra mendapatkan sebuah mimpi bahwa Mamanya menyapanya dengan senyuman manis dan tatapan yang penuh semangat. Seolah olah Mamanya ingin memberitahu bahwa Beliau berada di tempat yang jauh lebih baik. Sejak saat itulah Chandra bertekad dan memutuskan untuk BANGKIT dari keputusasaan dan mengurungkan niat untuk mengakhiri hidupnya. Pada Buku dan DVD BADAI PASTI BERLALU, akan dibeberkan motivasi beliau untuk bangkit dari masa masa sulit, cara beliau menghadapi keterpurukan dan rasa keputusasaan.

Titik Balik Kehidupan Chandra

Akhirnya Chandra berhasil mewujudkan Impiannya menjadi seorang Diamond Star Director di KK Indonesia hanya berselang 31 hari setelah kepergian Mamanya. 10 bulan kemudian beliau mencapai jenjang karir tertinggi sebagai Crown Star Director di bulan juli 2000. Proses perjuangan Chandra tidak berhenti disana tetapi hutang Ibunya belumlah lunas. Dan akhirnya melalui proses perjuangan yang maksimal pada tahun 2003 awal Chandra berhasil menyelesaikan semua hutang hutang Orang tuanya. Hanya dalam waktu tidak sampai 3,5 tahun Lunas total.

“Bayangkan HUTANG sebesar 160 kali lipat penghasilannya saat itu dapat LUNAS dalam 3,5 tahun, Hebat Luar Biasa bukan kisah hidupnya?“

Badai Pasti Berlalu dan Tidak ada Yang Tidak Mungkin, kata kata inilah yang selalu menjadi motto dan pedoman dalam kehidupan beliau. Adapun prestasi yang telah beliau raih sangat banyak antara lain:

  • Peraih Car House Education fund setiap bulan dari tahun 1999 sampai saat ini sehingga berbuah mobil Mercedez Benz New E Class, Rumah yang dijual oleh orang Tuanya berhasil dibeli kembali dan telah dibangun ulang untuk dipersembahkan kembali kepada Orang Tuanya.
  • Perjalanan gratis ke luar negeri melalui program Leadership Incentive Tour (LITo) telah mengantarkan beliau berkelana ke seluruh dunia secara gratis bersama papa tercinta, sebagai bentuk kecintaan dan rasa bakti yang mendalam kepada orang yang telah membesarkannya.
  • Sebagai pembicara Nasional dan Internasional, CD CD beliau selalu dinanti nantikan oleh ratusan ribu distributor KK Indonesia. Seminar beliau selalu dipenuhi dan selalu dihadiri ratusan hingga ribuan orang di seluruh Indonesia.
  • Chairman Platinum Award di tahun 2009 – sekarang, sebuah pencapaian prestisius yang hanya bisa dicapai oleh segelintir orang di KK Indonesia maupun dunia, adapun saat ini pencapaiannya tidak lebih dari 15 orang di seluruh dunia.
  • Berhasil Mengumpulkan US$000.000 pertamanya di usia 30 tahun (pada waktu itu kurs dollar Sangat Tinggi) dan multi miliuner termuda saat ini di KK Indonesia dan di seluruh KK international.
  • Berhasil keliling 5 benua dan 40 negara di usia 33 tahun. Dan setiap tahunnya beliau berkelana ke seluruh dunia dengan ratusan leadernya.
  • Lebih dari 350.000 orang (per tahun 2011) mitra bisnisnya telah tersebar di lebih dari 25 propinsi di seluruh nusantara.
  • Team Leader di dalam organisasi bisnisnya beranggotakan lebih dari 5000 manager yang berpenghasilan rata-rata $2000 – $3000 per tahun dan 100 orang Director yang berpenghasilan rata-rata minimal $10.000 – $30.000 per tahun.
  • Semua pencapaian fenomenal yang diperoleh oleh Chandra bukan diperoleh dalam semalam, melainkan PROSES BADAI berat yang harus dilalui oleh beliau selama bertahun tahun hingga akhirnya beliau meraih prestasi seperti saat ini.

    Karena banyaknya permintaan untuk menuliskan kisah hidup dan kiat beliau melewati BADAI dalam Hidupnya tersebut dan dikarenakan seminar dan DVD BADAI PASTI BERLALU telah menginspirasi dan MERUBAH hidup ratusan ribu orang di seluruh Indonesia menjadi lebih terinspirasi maka ILMU dan KIAT Yang LUAR BIASA ini akan dijual untuk Publik melalui Seri Buku-buku, CD dan DVD BADAI PASTI BERLALU. Semoga kisah beliau tersebut dapat menjadi hikmah, manfaat dan pada akhirnya menjadi Inspirasi POSITIF bagi kita semua untuk BANGKIT dari keterpurukan dan menjadi Sang Pemenang Sejati dalam kehidupan kita. Salam Hebat luar Biasa.

    Sumber: http://chandraputranegara.co.id/

    Biografi Pandji Pragiwaksono

    Pandji Pragiwaksono adalah seorang aktor, penyiar radio, presenter televisi, penulis buku, penyanyi rap dan pelawak tunggal Indonesia.

    Pandji lahir di Singapura, 18 Juni 1979. Pandji merupakan lulusan SMP Negeri 29 Jakarta dan SMA di Kolese Gonzaga, Jakarta. Kemudian ia melanjutkan studi jenjang S1 di Intitut Teknologi Bandung (ITB), dengan jurusan Desain Fakultas seni Rupa angkatan 1997.

    Pandji mengawali kariernya di dunia hiburan sebagai penyiar radio di Hard Rock FM Bandung bersama Tike Priatnakusumah. Selang 2 tahun, Pandji pun pindah ke Hard Rock Jakarta. Ia mulai dikenal lewat kolaborasinya bersama Steny Agustaf. Pandji bekerja di Hard Rock FM kurang lebih selama 5 tahun.

    Ternyata lewat profesinya sebagai penyiar radio tersebut, Pandji mendapat kesempatan lebih besar lagi untuk melebarkan sayapnya di dunia hiburan. Ia didapuk sebagai presenter acara Kena Deh yang tayang di Trans7. Tak hanya itu, Pandji juga dipercaya membawakan acara siaran langsung NBA di Jak TV serta kuis Hole in the Wall yang disiarkan RCTI.

    Suami dari Gamila Mustika Burhan ini melebarkan sayap ke dunia tarik suara. Pada tahun 2008, Pandji mengawali debutnya sebagai seorang rapper dengan merilis album bertajuk Provocative Proactive. Dalam album tersebut, Pandji berkolaborasi dengan Tompi, Steny Agustaf, dan istrinya sendiri.

    Selang setahun, Pandji merilis album keduanya bertajuk You’ll Never Know When Someone Comes In And Press Play On Your Paused Life. Lagu yang dijagokan pada album ini adalah Babyplum dan GBK yang dibuat bersama para follower akun twitter miliknya.

    Ayah dari Ourania Almashira Wongsoyudo ini juga berkolaborasi dengan para penyiar di MRA Group dalam album This is Me. Album ini dibuat bertujuan untuk amal yang diberikan kepada Yayasan Onkologi Anak Indonesia.

    Pada tahun 2010, lagi-lagi Pandji merilis album bertajuk Merdesa. Album berisi 14 lagu ini berisi kritikan-kritikan tentang anggota dewan. Album ini sukses karena menggunakan strategi free lunch method.

    Tak hanya ahli dalam presenting dan nge-rap, Pandji juga seorang illustrator sekaligus penulis di Kolom Komik, sebuah penerbit komik daring yang didirikannya bersama Shani Budi Pandita. Mereka berdua juga berkolaborasi merilis komik bertajuk H2O yang rilis tahun 2011.

    Selang setahun, Pandji merilis album keempatnya bertajuk 32. Album ini dirilis bertepatan dengan 14 tahun lengsernya Presiden Soerhato. Pandji berkolaborasi dengan Abenk Ranadireksa (Soulvibe) dan Davinaraja (The Extralarge).

    Belum puas, Pandji menjajal kemampuan lain di dalam dirinya dengan menjadi seorang komika. Pada 28 Desember 2011, ia mengeksekusi sendiri penampilan tunggalnya di Teater Usmar Ismail, Bhinneka Tunggal Tawa yang ditonton oleh ratusan orang. Pandji juga merupakan pencetus hadirnya ajang kompetisi Stand Up Comedy Indonesia di Kompas TV.

    Selain itu, Pandji mengawali debutnya di layar lebar dengan membintangi film Make Money. Film lain yang dibintangi Pandji yaitu Comic 8, Dibalik 98, Comic 8: Casino Kings, Rudy Habibie, dan Insya Allah Sah.

    Namannya makin tersohor seiring boomingnya tayangan stand up comedy di program tv. Ia pun menjadi salah satu komika ternama Indonesia yang mengocok perut penonton.

    Sumber: https://www.viva.co.id/siapa/read/652-pandji-pragiwaksono