Biografi Dian Sastrowardoyo

Dia memancing gairah perfilman nasional hidup kembali. Penampilannya di Ada Apa Dengan Cinta, dan sejumlah film lain menyabet banyak pujian dan penghargaan.

Karier Dian Sastro di dunia hiburan bermula setelah dia menjadi juara cover girl majalah Gadis pada 1996. Sejak saat itu, Dian mendalami dunia model. Dia mulai terlibat di dunia akting tatkala menjadi model bagi video klip band ‘Sheila on 7’ pada 1999.

Setelah itu, dia turut terlibat klip video ‘The Fly’ serta ‘Kla Project.’ Pada 2000, anak tunggal pasangan almarhum Ariawan Rusdianto Sastrowardoyo, dan Dewi Parwati Setyorini ini mulai dapat tawaran bermain film indie berjudul ‘Bintang Jatuh’.

Pengalaman itu membuat Dian jatuh cinta pada dunia film. Aktingnya menuai pujian banyak pihak. Film indie pertamanya, Bintang Jatuh (2000), karya Rudi Sudjarwo, diedarkan di kampus-kampus, dan tidak ditayangkan di bioskop. Dian beradu akting dengan Marcella Zalianty, Garry Iskak, dan Indra Birowo.

Dia melakoni peran lebih serius, saat berakting dalam Pasir Berbisik (2001) bersama Christine Hakim, Slamet Rahardjo dan Didi Petet. Lewat film ini pula Dian menyabet pemeran wanita terbaik pada Festival Film Internasional Singapura (2002), dan Festival Film Asia di Deauville, Perancis (2002).

Alumni SMU Tarakanita I ini memenangi Piala Citra 2004, sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik dan Aktris Terbaik dalam Festival Film Asia di Prancis. Setahun kemudian, dia berperan dengan sangat baik sebagai Cinta dalam film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) pada 2002. Film itu disebut-sebut melecut kembali gairah film nasional yang lesu. AADC bercerita tentang remaja Jakarta, dan kisah cinta yang tidak cengeng, laris menjadi tontonan di dalam dan luar negeri. Selama berbulan-bulan film itu bertengger di peringkat tertinggi di bioskop tanah air, maupun luar negeri.

Dua pemeran utama AADC, Dian Sastro dan Nicholas Saputra, berkeliling ke tujuh kota di Jepang, karena film itu diputar di 30 bioskop di negeri Sakura itu. Antara lain, di Tokyo, Osaka, Sapporo, Nagoya, Kyoto, Fukuoka dan Kobe.

Mencoba Sinetron

Meski sebelumnya enggan bermain sinetron, dia akhirnya terjun dalam sinetron Dunia Tanpa Koma (2006). Selain itu, Dian juga tampil membawakan beberapa acara televisi. Dia kembali berduet akting dengan Nicholas Saputra di film 3 Doa 3 Cinta (2008), enam tahun setelah kisah sukses mereka di AADC. Di ajang International Festival of Asian Cinema V Seoul, 3 Doa 3 Cinta mendapat penghargaan Grand Prize of the International Jury.

Kecintaannya pada film pun kian kuat. Dalam Drupadi (2009), Dian membuktikan diri sebagai aktis sekaligus produser film. Seni peran juga menantangnya tampil di panggung teater. Saat peluncuran novel “9 Dari Nadira” karya Leila S Chudori, awal Desember 2009, dia tampil memainkan satu karakter dari novel itu. Setelah debut perdana di panggung teater, Dian mengaku lelah menghafal naskah teater yang panjang. Dia lebih menikmati peran di layar lebar.

Kehidupan Asmara

Sejak bersinar dalam AADC, kehidupan pribadi Dian selalu menjadi perhatian. Begitu juga kisah asmara di seputar artis ini. Sejumlah lelaki disebut-sebut pernah dekat dengan Dian, misalnya pembalap Moreno Soeprapto. Kisah cinta Dian dengan Moreno tak bertahan lama, keduanya berpisah dan memilih jalan masing-masing.

Putus dari Abi, Dian lama tak terlihat menggandeng pria. Bintang sabun Lux ini mengaku menikmati masa kesendiriannya itu. Awal November 2009 berhembus kabar jika cucu tokoh pergerakan nasional Prof Mr Sunario Sastrowardoyo ini bertunangan dengan kekasihnya, Indraguna Sutowo.

Ia menikah dengan Indraguna Sutowo pada 18 Mei 2010. Setelah itu, Dian berkonsentrasi pada keluarga dan sekolahnya. Ia pun menyelesaikan kuliahnya di Universitas Indonesia. Ia juga sempat menjadi dosen di kampus almamaternya.

Setelah lama hampir 14 tahun menghilang di dunia peran, Dian kembali dengan film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) 2. Tak hanya itu, Dian juga bermain dalam film Kartini. Dian terus berkarya dengan segala yang dimilikinya. Ia ternyata masih menjadi idola.

Sumber : BIOGRAFIKU

 

Biografi Melly Goeslaw

Tak kenal menyerah, Melly Goeslaw terus berkarya. Dari tangannya lahir lagu-lagu hits bukan hanya untuk dirinya, tapi juga penyanyi lainnya. Melly Goeslaw sering dia sering dijuluki sebagai Sang Ratu Soundtrack.

Putri tunggal dari pasangan Ersi Sukaesih dan Melly Goeslaw ini lahir di Jakarta, 7 Januari 1974. Ayahnya seorang pemusik jazz. Melly mengawali karier bermusik secara professional sejak tahun 1988 saat dia membuat album solo debutnya yang bertitel Pilihanku Deritaku.

Album yang berisi 10 lagu dengan single hit Pilihanku Deritaku karya Maxie Mamiri ini dibawakan Melly secara kolaboratif dengan Robby N.S. Sayangnya, album ini gagal di pasaran. Dalam album perdananya itu Melly menggunakan nama panggung Melliana Cessy.

Lama menghilang pasca kegagalan album debutnya, Melly datang lagi ke pentas musik tanah air bersama dengan grup band Potret yang dibentuknya bersama dengan Anto Hoed (yang akhirnya menjadi suami Melly) dan Ari Ayunir yang memegang posisi drummer.

Melly menganut agama Islam setelah bernikah dengan Anto pada tahun 1995 silam. Kini mereka dikaruniai dua orang anak lelaki. Anak pertama mereka Anakku Lelaki Hoed (Ale) lahir pada 22 Agustus 2000, disusul anak kedua mereka Pria Bernama Hoed (Abe) yang lahir 9 Mei 2003. Selain telah mengorbitkan banyak penyanyi Melly Goeslaw adalah seorang komposer yang sangat hebat, dia mampu menciptakan lagu – lagu yang tidak kalah hebat, seperti dialbum solonya yang pertama “melly” , Melly mengajak Ari Lasso untuk berduet dengannya, dan lagu tersebut berjudul “Jika”, lagu itu sukses dipasaran.

Setelah 3 tahun fakum dihiburan musik tanah air, Melly Goeslaw mendapat tawaran soundtrack dengan didampingi suaminya, Anto Hoed. Soundtrack pertamanya “Ada Apa Dengan Cinta” yang sudah mendapat sukses besar di Indonesia, dan soundtracknya pun juga terkenal di berbagai negara salah satunya Malaysia, seperti lagu “Ku Bahagia”, “Bimbang”, “Ada Apa Dengan Cinta ?”, Dll,.

Setelah kesuksesannya yang besar, Melly Goeslaw mendapat soundtrack lagi yang tidak kalah suksesnya, “Eiffel … I’m In Love”, Melly Goeslaw mampu mengimbangi soundtrack dengan filmnya dengan lagu hits seperti “Pujaanku”, “Tak Tahan Lagi”, Dll,. Dan setelah 5 tahun tidak membuat album solo (2004), Melly Goeslaw mengeluarkan album solonya yang ke-2 yaitu berjudul “Intuisi”, bukan Melly Goeslaw namanya kalau tak ada soundtrack, dialbum itu ada 3 lagu yang dijadikan soundtrack dan single dari album itu juga, seperti “Tentang Dia”, “Cinta”, dan “Biarkan saja ini mengalir”.

Belum lama merilis album solonya yang ke-2, Melly mendapat soundtrack lagi, yang berjudul “Apa Artinya Cinta ?”, di soundtrack ini Melly mengajak teman duet lamanya yaitu Ari lasso untuk menjadi teman soundtrack dalam single yang pertama yaitu lagu yang berjudul “Apa Artinya Cinta ?”. Dan single keduanya juga tak kalah sukses dengan single pertamanya yaitu “I’m Fallin’ In Love”. Ditahun berikutnya Melly Goslaw mendapat soundtrack lagi, yaitu film yang sangat fenomenal, “My Heart”. Tapi sayangnya Melly Goeslaw tidak ikut bernyanyi, Melly Goeslaw Dan Anto Hoed hanya menjadi konmposer/Pencipta semua lagu yang ada didalamnya, dan singlenya sangat sukses dipasaran yang berjudul “My Heart”.

Ditahun berikutnya Melly Goeslaw membuat album solonya yang Ke-3 yaitu berjudul “Mindnsoul”, dan merupakan album kumpulan lagu – lagu Melly dialbum sebelumnya, dan album ini mengeluarkan 3 lagu baru dan 3 single yang sukses dipasaran seperti lagu “Let’s Dance Together” , “Gantung” , dan “Risau”. Tak lama kemudian Melly Goeslaw dan suaminya mendapatkan soundtrack yang berjudul “The Butterfly”, singlenya sukses namun sayangnya Melly Goeslaw hanya mengeluarkan satu single saja yaitu, “Butterfly”.

Satu tahun tanpa soundtrack Melly Goeslaw mendapatkan soundtrack lagi yang berjudul “Ketika Cinta Bertasbih”, film itu sangat fenomenal dan Melly mengeluarkan single “Ketika Cinta Bertasbih”, “Tuhan Beri aku Cinta” dinyanyikan oleh Ayushita, Dan “Menanti Cinta” dinyanyikan oleh Krisdayanti. Ditahun berikutnya Melly Goeslaw mendapatkan 3 Soundtrack sekaligus yaitu “Heart 2 Heart”, “Kabayan Jadi Milyuner”, Dan “Love Story”. Semenjak itu Melly Goeslaw sering disebut dengan julukan “Si Ratu Soundtrack” karna telah menggarap kurang lebih 10 Soundtrack film dengan suaminya, Anto Hoed.

Sumber : BIOGRAFIKU

 

Biografi Ernest Prakasa

Sejak stand up comedy populer di Indonesia, nama Ernest Prakasa sebagai salah satu komika (istilah untuk orang yang melakukan stand up comedy) di tanah air. Ernest Prakasa adalah seorang pelawak tunggal Indonesia yang lahir di Jakarta, 29 Januari 1982. Ia dikenal sejak menjadi juara ketiga dalam acara Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) pada tahun 2011 lalu dan juga dikenal sebagai seorang komedian Tionghoa-Indonesia yang sering menjadikan kehidupan etnisnya sebagai materi komedi tunggal.

Pria yang mengawali kariernya di industri musik ini awalnya bergabung dengan Universal Music, kemudian ia pindah ke Sony Music. Ia berkutat di industri musik kurang lebih selama enam tahun.

Setelah menyadari bakatnya di stand up comedy, ia akhirnya memilih untuk fokus menekuni profesinya sebagai pelawak tunggal, bersama Pandji Pragiwaksono, Raditya Dika, Ryan Adriandhy dan Isman H Suryaman.

Kecintaannya terhadap dunia lawak, ia mendirikan sebuah komunitas untuk pelawak tunggal pertama di Indonesia. Komunitasnya hingga kini terus berkembang hampir di 15 provinsi. Ia juga diangkat sebagai ketua pertama yang sekaligus perintis dari Stand Up Indo hingga Juni 2013.

Tahun 2012, ia melakukan tur komedi tunggal di banyak kota seperti Bandung, Semarang, Denpasar, Solo, Surabaya hingga berbagai kota di Kalimantan. Saat itu ia menjadi komdian pertama asal Indonesia yang melakukan itu.

Ernest bersama komedian lainnya yang beretnis Tionghoa-Indonesia menggelar pertunjukan komedi tunggal yang berjudul Ernest Prakasa & THe Oriental Bandits yang digelar di Gedung Kesenian Jakarta, Februari 2013 silam sebelum perayaan Imlek.

Pada November 2013, Ernest kembali mengadakan tur keduanya yang diberi tema IIIucinati, dengan mengunjungi lebih banyak kota dari tur pertamanya seperti Makassar, Samarinda, Banda Aceh, Solo, Semarang, Jogja, Bogor, Bandung, Malang dan lainnya sebanyak 17 kota.

Dengan acara penutupnya digelar di Jakarta yang mencatatkan rekor sebagai komedi tunggal spesial pertama di Indonesia yang digelar sebanyak tiga kali dalam satu hari.

Berkat pembawaannya yang menjadi perhatian banyak orang, Ernest juga beberapa kali bermain film seperti Make Money, Comic 8, Kukejar Cinta ke Negeri Cina, CJR The Movie, Rudy Habibie, dan Cek Toko Sebelah.

Selain dikenal sebagai pelawak dan aktor, Ernest juga menjadi presenter di beberapa acara tv. Ia membawakan acara Stand Up Comedy Show, Comic Action, dan Indonesia Harus Buka. Bahkan ia pernah menjadi juri pada ajang Stand Up Comedy Academy tahun 2015.

Selain aksi melucu, ia juga menggeluti dunia tulis menulis yang tentunya berhubungan dengan dunia tawa. Bahkan ia juga terjun menjadi penulis skenario film sekaligus sebagai sutradara. Ia mampu melahirkan film komedi penuh pesan moral dalam film Cek Toko Sebelah.

Atas karyanya ini, ia dinobatkan sebagai Penulis Skenario Terpuji pada Festival Film Bandung 2017, begitu juga dengan filmnya memenangkan dalam katagori Film Terpuji. Bahkan ia juga masuk nominasi Pemeran Utama Pria pada Festival Film Indonesia 2017.

Dalam kehidupan pribadinya, pada 2007, Ernest resmi menjadi suami dari wanita bernama Meira Anastasia. Saat itu Ernest memutuskan untuk menikah muda pada usia 25 tahun dan sang istri berusia 24 tahun saat itu.

Mereka telah dikaruniai dua orang anak yang bernama Sky Tierra Solana dan Snow Auror Arashi. Kini kehidupan mereka bisa dikatakan cukup bahagia yang hampir tidak pernah diterpa gosip seperti selebritis lainnya. Kuncinya, Ernest menjaga keseimbangan waktu untuk keluarga dan pekerjaan.

Sumber: VIVA

Biografi Chandra Putra Negara

Biografi Chandra Putra Negara

Tentang Chandra

Chandra kecil lahir di kota Surabaya pada tanggal 21 Desember 1976, Lahir dalam keluarga olahragawan dan harmonis. Ayah beliau Bpk Kodrat adalah seorang atlit basket di klub CLS (Cahaya Lestari Surabaya) yang sangat terkenal di masanya dan begitu pula Ibunya Alm. Madelena Tressie merupakan seorang wanita energik, atlit basket dan Juara dalam kompetisi Aerobik di masanya. Bersama 4 kakak kandungnya sejak kecil hingga SMP kehidupan sehariannya tidak terlepas dari dunia olah raga terutama Renang. Bahkan kakak kandung beliau sempat mewakili Timnas Renang Indonesia di arena SEA GAMES dan menjadi kwartet Nasional saat itu. Sejak kecil tidaklah heran kalau beliau terbiasa bangun jam 4 subuh untuk berenang dan kemudian dilanjutkan ke sekolah sampai jam 13, dan sore harinya pk 15 hingga pk 18 kembali ke kolam renang untuk berlatih. Dari masa kecil inilah mental Chandra kecil sudah terbentuk untuk disiplin, komitmen, dan terbiasa dengan tempaan keras.

Chandra Tumbuh sebagai Remaja yang “BIASA” yang “Tidak PD”

Kesuksesan Chandra sekarang bukan berarti beliau adalah Manusia Super sejak kecil. Di kala SMP Chandra sering menjadi bulan bulanan teman SMP nya, karena semua siswanya adalah anak Laki-Laki. Badannya yang kurus dan kerempeng, “cukup menarik” untuk selalu dikerjain dan dijadikan ‘sansak hidup’ bagi teman temannya. Tidak jarang beliau pulang ke rumah dengan kaki yang bengkak dan wajah yang lebam. Berangkat dari pengalaman itulah Chandra tertarik untuk belajar Ilmu Bela diri. Di usia SMP inilah Chandra mulai mengenal olah raga TAE KWON DO dari rekan kakaknya, sesama atlit nasional yang berprestasi sebagai juara Tae kwon Do Putri Nasional pada tahun 1990an. Bak gayung bersambut datanglah SANG DEWI PENOLONG (Guru Tae Kwon Do Wanita) untuk mengakhiri ‘kutukan maut’ di SMPnya. Tidak terasa 1 tahun awal praktis Chandra belajar bela diri tetapi tetap saja masih menjadi cowok penakut, karena dasarnya Chandra tidak suka berkelahi.

Jadi memang sudah nasibnya Chandra tetap menjadi anak remaja yang kurang PD alias Minder sehingga Citra Dirinya tergores dan terpukul. Dan untunglah kebrutalan itu hanya di SMP karena setelah SMA lingkungan sekolahnya telah berbeda. Tetapi semangat belajar untuk membangun karakter di dalam Olah Raga asal Korea tersebut membuat dirinya jatuh cinta pada Tae Kwon Do untuk tidak sekedar belajar bela diri bahkan beliau ingin berprestasi. Puncaknya pada tahun 1994 beliau berhasil meraih medali perunggu pada Kejurda se Jatim dan Kejuaraan Se Jabotabek di tahun 1995. Dan puncaknya beliau keluar sebagai Juara 1 pada Kejurda Propinsi Jatim di tahun 2000.

Chandra Memasuki dunia Networking

Pada tahun 1994 Chandra telah menamatkan studi SMAnya dan melanjutkan studinya ke Perguruan Tinggi, Ubaya Fakultas Teknik Industri-lah yang menjadi pilihannya saat itu. Pada tahun 1996 Usaha yang dirintis oleh Ayahnya mulai mengalami gangguan finansial dikarenakan menggunakan bunga Bank. Dari kondisi itulah Chandra memutuskan untuk menjadi Guru les privat dari rumah ke rumah untuk menambah uang saku serta meringankan beban orang tuanya.

Di saat mengajar itulah Chandra mulai berkenalan dengan dunia MLM melalui salah seorang muridnya. Disanalah beliau akhirnya berkenalan dengan salah seorang CSD KK Indonesia yang sangat sukses yaitu CSD Bentek Hijani. Sejak pertemuan itulah semangat Chandra semakin berkobar kobar untuk mengalami kesuksesan yang sesungguhnya yaitu menjadi Diamond (posisi tertinggi saat itu) di dalam bisnis MLM tersebut. Ditambah lagi beliau mengikuti seminar PDS yang diadakan oleh DR. Andrew Ho semakin membuat Chandra bertekad untuk serius berkarir di perusahaan tersebut. Tetapi malangnya nasib perusahaan MLM tersebut cuma seumur jagung karena kurangnya komitmen dari TOP management perusahaan akibat terpukul oleh krisis moneter yang melanda Indonesia di Tahun 1997 dan dilanjutkan krisis Multi Dimensi di Tahun 1998. Padahal jaringan distributornya telah mencapai 1000 orang dalam kurun waktu 2,5 tahun dan telah mampu membeli sebuah mobil sedan untuk mendukung kegiatan operasional bisnisnya.

Tahun 1999, Kehidupan Keras & Berat Menantinya

Disinilah kisah menarik Chandra dimulai, pada tanggal 8 Januari 1999 akhirnya Chandra memutuskan untuk keluar dari perusahaan tersebut dan mengikuti jejak dari DR. Andrew Ho dan Upline Upline Leadernya untuk berkiprah di KK Indonesia.

Di dalam proses untuk mengembangkan usahanya itulah Chandra dihadapkan oleh 3 kendala serius yaitu :

1) Menamatkan studi S1 nya,

2) Mengembangkan bisnis KK Indonesia sebagai perintis serta

3) Mama tercinta yang harus masuk Rumah Sakit.

Dalam kondisi yang kalut, Chandra harus bangun pagi untuk membangun jaringan bisnisnya sepanjang hari dan tidur subuh untuk menemani Ibunda yang sedang sekarat di Rumah Sakit. Dalam sehari Chandra maksimal praktis hanya tidur selama 3-4 jam saja selama berbulan bulan. Tapi Tuhan berkehendak lain, pada tanggal 22 Juli 1999 Mama tercinta beliau dipanggil di sisi Tuhan YME untuk selama lamanya. Kondisi Chandra down, ling lung, terpuruk, putus asa dan depresi berat.

Karena selain usaha Ayahnya yang sudah bangkrut, Chandra harus menanggung hutang dari usaha Mamanya yang ditipu oleh partner usahanya sebesar Rp 400 jt. Sebuah angka yang cukup fantastis yang harus ditanggung oleh seorang Pemuda berusia 22 tahun yang tidak memiliki modal sepeserpun pada waktu tersebut. Rumah dan Toko ayahnya terpaksa harus dijual untuk membayar hutang tersebut sehingga Chandra dan keluarganya terpaksa harus mengontrak Rumah untuk melangsungkan kehidupannya. Hasil penjualan aset orang tuanya itupun belum bisa melunasi seluruh hutang mamanya, ditambah lagi hutang dari pihak ketiga yang senantiasa meneror kehidupan keluarga Chandra saat itu.

Namun masalah terberatnya bukan itu, melainkan kepergian SANG IBU lah yang membuat Chandra depresi dan hampir bunuh diri, Mengapa? Karena setiap malam hingga pagi Chandra senantiasa berdoa dan mengharapkan kesembuhan Ibunya agar bisa bersama sama bangkit kembali dari keterpurukan finansial.

Dan melalui bisnis KK Indonesia beliau dan mamanya bertekad akan berjuang untuk membayar hutang yang telah ditipu partner usahanya. Bayangkan penghasilan Chandra saat itu baru Rp 2,5jt/ bulan, tetapi dia harus menanggung hutang Rp 400jt. Berarti Chandra harus menanggung Hutang sebesar 160 kali lipat dari penghasilannya, apakah mungkin?

Tetapi manusia boleh berencana, Tuhan lah yang menentukan Takdir, Mamanya harus meninggalkan beliau selama lamanya. Sekali lagi selama lamanya! TRAGIS memang hidup Chandra saat itu. Ibarat layang layang yang putus, Chandra benar benar disambar petir di siang bolong. Sampai suatu malam Chandra mendapatkan sebuah mimpi bahwa Mamanya menyapanya dengan senyuman manis dan tatapan yang penuh semangat. Seolah olah Mamanya ingin memberitahu bahwa Beliau berada di tempat yang jauh lebih baik. Sejak saat itulah Chandra bertekad dan memutuskan untuk BANGKIT dari keputusasaan dan mengurungkan niat untuk mengakhiri hidupnya. Pada Buku dan DVD BADAI PASTI BERLALU, akan dibeberkan motivasi beliau untuk bangkit dari masa masa sulit, cara beliau menghadapi keterpurukan dan rasa keputusasaan.

Titik Balik Kehidupan Chandra

Akhirnya Chandra berhasil mewujudkan Impiannya menjadi seorang Diamond Star Director di KK Indonesia hanya berselang 31 hari setelah kepergian Mamanya. 10 bulan kemudian beliau mencapai jenjang karir tertinggi sebagai Crown Star Director di bulan juli 2000. Proses perjuangan Chandra tidak berhenti disana tetapi hutang Ibunya belumlah lunas. Dan akhirnya melalui proses perjuangan yang maksimal pada tahun 2003 awal Chandra berhasil menyelesaikan semua hutang hutang Orang tuanya. Hanya dalam waktu tidak sampai 3,5 tahun Lunas total.

“Bayangkan HUTANG sebesar 160 kali lipat penghasilannya saat itu dapat LUNAS dalam 3,5 tahun, Hebat Luar Biasa bukan kisah hidupnya?“

Badai Pasti Berlalu dan Tidak ada Yang Tidak Mungkin, kata kata inilah yang selalu menjadi motto dan pedoman dalam kehidupan beliau. Adapun prestasi yang telah beliau raih sangat banyak antara lain:

  • Peraih Car House Education fund setiap bulan dari tahun 1999 sampai saat ini sehingga berbuah mobil Mercedez Benz New E Class, Rumah yang dijual oleh orang Tuanya berhasil dibeli kembali dan telah dibangun ulang untuk dipersembahkan kembali kepada Orang Tuanya.
  • Perjalanan gratis ke luar negeri melalui program Leadership Incentive Tour (LITo) telah mengantarkan beliau berkelana ke seluruh dunia secara gratis bersama papa tercinta, sebagai bentuk kecintaan dan rasa bakti yang mendalam kepada orang yang telah membesarkannya.
  • Sebagai pembicara Nasional dan Internasional, CD CD beliau selalu dinanti nantikan oleh ratusan ribu distributor KK Indonesia. Seminar beliau selalu dipenuhi dan selalu dihadiri ratusan hingga ribuan orang di seluruh Indonesia.
  • Chairman Platinum Award di tahun 2009 – sekarang, sebuah pencapaian prestisius yang hanya bisa dicapai oleh segelintir orang di KK Indonesia maupun dunia, adapun saat ini pencapaiannya tidak lebih dari 15 orang di seluruh dunia.
  • Berhasil Mengumpulkan US$000.000 pertamanya di usia 30 tahun (pada waktu itu kurs dollar Sangat Tinggi) dan multi miliuner termuda saat ini di KK Indonesia dan di seluruh KK international.
  • Berhasil keliling 5 benua dan 40 negara di usia 33 tahun. Dan setiap tahunnya beliau berkelana ke seluruh dunia dengan ratusan leadernya.
  • Lebih dari 350.000 orang (per tahun 2011) mitra bisnisnya telah tersebar di lebih dari 25 propinsi di seluruh nusantara.
  • Team Leader di dalam organisasi bisnisnya beranggotakan lebih dari 5000 manager yang berpenghasilan rata-rata $2000 – $3000 per tahun dan 100 orang Director yang berpenghasilan rata-rata minimal $10.000 – $30.000 per tahun.
  • Semua pencapaian fenomenal yang diperoleh oleh Chandra bukan diperoleh dalam semalam, melainkan PROSES BADAI berat yang harus dilalui oleh beliau selama bertahun tahun hingga akhirnya beliau meraih prestasi seperti saat ini.

    Karena banyaknya permintaan untuk menuliskan kisah hidup dan kiat beliau melewati BADAI dalam Hidupnya tersebut dan dikarenakan seminar dan DVD BADAI PASTI BERLALU telah menginspirasi dan MERUBAH hidup ratusan ribu orang di seluruh Indonesia menjadi lebih terinspirasi maka ILMU dan KIAT Yang LUAR BIASA ini akan dijual untuk Publik melalui Seri Buku-buku, CD dan DVD BADAI PASTI BERLALU. Semoga kisah beliau tersebut dapat menjadi hikmah, manfaat dan pada akhirnya menjadi Inspirasi POSITIF bagi kita semua untuk BANGKIT dari keterpurukan dan menjadi Sang Pemenang Sejati dalam kehidupan kita. Salam Hebat luar Biasa.

    Sumber: http://chandraputranegara.co.id/

    Biografi Pandji Pragiwaksono

    Pandji Pragiwaksono adalah seorang aktor, penyiar radio, presenter televisi, penulis buku, penyanyi rap dan pelawak tunggal Indonesia.

    Pandji lahir di Singapura, 18 Juni 1979. Pandji merupakan lulusan SMP Negeri 29 Jakarta dan SMA di Kolese Gonzaga, Jakarta. Kemudian ia melanjutkan studi jenjang S1 di Intitut Teknologi Bandung (ITB), dengan jurusan Desain Fakultas seni Rupa angkatan 1997.

    Pandji mengawali kariernya di dunia hiburan sebagai penyiar radio di Hard Rock FM Bandung bersama Tike Priatnakusumah. Selang 2 tahun, Pandji pun pindah ke Hard Rock Jakarta. Ia mulai dikenal lewat kolaborasinya bersama Steny Agustaf. Pandji bekerja di Hard Rock FM kurang lebih selama 5 tahun.

    Ternyata lewat profesinya sebagai penyiar radio tersebut, Pandji mendapat kesempatan lebih besar lagi untuk melebarkan sayapnya di dunia hiburan. Ia didapuk sebagai presenter acara Kena Deh yang tayang di Trans7. Tak hanya itu, Pandji juga dipercaya membawakan acara siaran langsung NBA di Jak TV serta kuis Hole in the Wall yang disiarkan RCTI.

    Suami dari Gamila Mustika Burhan ini melebarkan sayap ke dunia tarik suara. Pada tahun 2008, Pandji mengawali debutnya sebagai seorang rapper dengan merilis album bertajuk Provocative Proactive. Dalam album tersebut, Pandji berkolaborasi dengan Tompi, Steny Agustaf, dan istrinya sendiri.

    Selang setahun, Pandji merilis album keduanya bertajuk You’ll Never Know When Someone Comes In And Press Play On Your Paused Life. Lagu yang dijagokan pada album ini adalah Babyplum dan GBK yang dibuat bersama para follower akun twitter miliknya.

    Ayah dari Ourania Almashira Wongsoyudo ini juga berkolaborasi dengan para penyiar di MRA Group dalam album This is Me. Album ini dibuat bertujuan untuk amal yang diberikan kepada Yayasan Onkologi Anak Indonesia.

    Pada tahun 2010, lagi-lagi Pandji merilis album bertajuk Merdesa. Album berisi 14 lagu ini berisi kritikan-kritikan tentang anggota dewan. Album ini sukses karena menggunakan strategi free lunch method.

    Tak hanya ahli dalam presenting dan nge-rap, Pandji juga seorang illustrator sekaligus penulis di Kolom Komik, sebuah penerbit komik daring yang didirikannya bersama Shani Budi Pandita. Mereka berdua juga berkolaborasi merilis komik bertajuk H2O yang rilis tahun 2011.

    Selang setahun, Pandji merilis album keempatnya bertajuk 32. Album ini dirilis bertepatan dengan 14 tahun lengsernya Presiden Soerhato. Pandji berkolaborasi dengan Abenk Ranadireksa (Soulvibe) dan Davinaraja (The Extralarge).

    Belum puas, Pandji menjajal kemampuan lain di dalam dirinya dengan menjadi seorang komika. Pada 28 Desember 2011, ia mengeksekusi sendiri penampilan tunggalnya di Teater Usmar Ismail, Bhinneka Tunggal Tawa yang ditonton oleh ratusan orang. Pandji juga merupakan pencetus hadirnya ajang kompetisi Stand Up Comedy Indonesia di Kompas TV.

    Selain itu, Pandji mengawali debutnya di layar lebar dengan membintangi film Make Money. Film lain yang dibintangi Pandji yaitu Comic 8, Dibalik 98, Comic 8: Casino Kings, Rudy Habibie, dan Insya Allah Sah.

    Namannya makin tersohor seiring boomingnya tayangan stand up comedy di program tv. Ia pun menjadi salah satu komika ternama Indonesia yang mengocok perut penonton.

    Sumber: https://www.viva.co.id/siapa/read/652-pandji-pragiwaksono

    Biografi Rio Haryanto

    Biografi Rio Haryanto

    Rio Haryanto adalah seorang pembalap asal Indonesia yang pernah mengikuti ajang Formula Satu bergabung bersama tim Manor Racing. Rio panggilan akrabnya, menjadi pembalap pertama asal Indonesia yang bisa membalap di level seri GP2 dan Formula One (F1).

    Rio lahir di Solo, Jawa Tengah, 22 Januari 1993, anak dari pasangan Sinyo Haryanto dan Indah Pennywati. Ada pepatah ‘buah yang jatuh tak jauh dari pohonnya’, sang ayah adalah seorang pembalap veteran nasional. Ayahnya menanamkan sikap disiplin, rendah hati, dan dermawan pada Rio sejak dini.


    Mulai Balapan di Usia 6 tahun

    Ayah Rio Haryanto dikenal sebagai mantan pembalap nasional, ia selalu menanamkan sikap disiplin kepada anak-anaknya. Dan ibarat pepatah ‘buah jatuh tak jauh dari pohonnya’, Rio Haryanto sejak kecil sangat menyukai tantangan seperti ayahnya. Saat berumur 6 tahun, Rio Haryanto sudah mulai mengemudikan gokart dan mengikuti balapan pada tahun 1999 dan prestasinya ia berhasil keluar sebagai juara nasional kelas kadet pada tahun 1999.

    Ryo Haryanto berkiprah di dunia balap Gokart dari selama 7 tahun dan berbagai prestasi ia raih dalam dunia balap gokart seperti penghargaan atlet junior terbaik pada tahun 2005 dan tahun 2006 oleh Ikatan Motor Indonesia. Ia juga berhasil keluar sebagai juara pertama dalam ajang Asian Karting Open Championship seri 1 di sirkuit Guia, Makau, Cina.

    Kemudian pada tahun 2008, Ryo Haryanto kemudian memulai karir profesionalnya sebagai pembalap mobil. Ia mengikuti tiga ajang yaitu Asian Formula Challenge, Formula Asia 2.0 dan BMW Pasific di benua Asia. Dalam jang tersebut, ia sempat menjadi yang tercepat di ajang Formula Asia 2.0, berhasil memenangkan dua seri dalam ajang tersebut dan keluar sebagai juara tiga di ajang tersebut.

    Pada tahun 2009, ia kemudian mulai mengikuti kompetisi balap di di banyak seri seperti Australian Drivers Championship, Asian Formula Renault Challenge dan BMW PAsific. Dalam kejuaraan BMW PAsific, Ia bergabung dalam team Meritus asal Malaysia dan Rio Haryanto berhasil memenangkan 11 seri dari 15 seri secara keseluruhan.

    Target utama Rio Haryanto adalah bisa masuk dalam ajang Formula 1 Dunia. Untuk itu pada tahun 2010, berkat beberapa dukungan sponsor, ia kemudian berhasil mengikuti ajang GP3 Europe Series. Hasilnya ia berhasil keluar sebagai juara dalam dalam seri balapan yang diadakan di Turki, kemudian ia berhasil meraih 1st Runner Up di seri Silverstone dan 2nd Runner Up di Italy. Rio juga keluar sebagai The Best Driver Manor Racing. Berkat kemenangan Rio Haryanto di GP3 lah lagu Indonesia Raya berkumandang pertama kali di ajang balapan di benua Eropa.

    Rio Haryanto Masuk di Ajang GP2 Series
    Berkat prestasinya di GP3, Ryo Haryanto kemudian ikut dalam kejuaraan GP Formula 2 pada tahun 2012. Ia bergabung dalam team Carlin GP2 Team.Di tahun itu juga ia pertama kali mencoba mobil balap formula 1 milik team Marussia F1 dalam sebuah uji coba di sirkuit Silrverstone, Inggris. Hal itu juga yang membuat Rio berhasil memenuhi syarat untuk mendapatkan FIA Superlicense yaitu lisensi yang wajib dimiliki untuk pembalap yang ingin berkiprah di ajang Formula 1, ia juga orang pertama asal Indonesia yang berhasil mendapatkannya.

    Di tahun 2013, Ia kemudian bergabung dengan team GP2 Addax Team, namun di team tersebut Rio mencatatkan hasil yang kurang bagus sedikit poin yang ia dapatkan dalam 4 seri balapan, meskipun selama bergabung di team tersebut ia sepmpat meraih podium pertama di sirkuit Silverstone, Inggris. Karena performa mobil dan mekanik yang buruk, Rio Haryanto kemudian pindah ke Team Caterham GP2 pada musim 2014 berpasangan dengan pembalap Alexander Rossi dari Amerika Serikat.

    Kemudian memasuki tahun 2015, Rio Haryanto kemudian memilih bergabung dengan team Campos Racing. Ia berhasil keluar sebagai runner up di seri GP Formula 2 yang diadakan di Bahrain. Kemudian ia juga berhasil keluar sebagai juara dua dalam balapan yang diadakan di Autria. Hasilnya ia keluar sebagai juara 4 dalam GP2. Prestasi terbut dapat dijadikan sebagai batu loncatan untuk masuk kedalam ajang Formula 1 sembari mencari sponsor untuk mendukung Rio Haryanto dalam balapan Formula 1.

    Rio Haryanto Menjadi Pembalap Formula 1

    Kemudian memasuki tahun 2016, Rio Haryanto berhasil masuk dalam ajang balapan jet darat paling bergengsi di dunia yaitu Formula 1 dengan bergabung di Team Manor Marussia Racing F1 setelah berhasil memenuhi syarat dengan mempunyai superlicense F1 dan juga memiliki dana sponsor sebesar 15 juta Euro yang berhasil ia himpun dari berbagai sponsor. Hal ini menjadikan Rio Haryanto sebagai pembalap Indonesia pertama yang berhasil masuk dalam kejuaraan Formula 1 dunia. Di Manor Racing, ia berpasangan dengan pembalap Pascal Wehlein asal Jerman. Rio Haryanto kini tinggal di Singapura sembari kuliah di FTMS Global Singapore di jurusan Bisnis Management.

    Sumber : https://www.biografiku.com/biografi-rio-haryanto-pembalap-muda-terbaik-indonesia/

    Biografi Indro Warkop DKI – Pelawak Legendaris Indonesia.

    Biografi Indro Warkop DKI – Pelawak Legendaris Indonesia.

    Siapa yang tidak kenal dengan pelawak legendaris indonesia Indro Warkop. Penggemar komedi pasti tidak asing lagi dengan nama itu. Satu- satunya personil grup komedi legendaris Warkop DKI yang masih hidup ini lahir di Purbalingga, Jawa Tengah, 8 Mei 1958. Continue reading Biografi Indro Warkop DKI – Pelawak Legendaris Indonesia.

    Biografi Vino G. Bastian

    Siapa yang tidak kenal dengan aktor keren dan berbakat, Vino G Bastian? Setiap tahunnya ia aktif bermain film berbagai macam genre. Prestasi dan kualitas aktingnya tidak perlu dipertanyakan lagi. Dengan memerankan seorang pria manly, dari ia muda hingga menjadi seorang ayah, kamu sebagai penonton dan fansnya pasti sangat menunggu Vino mengeluarkan film terbarunya.

    Vino G Bastian yang nama aslinya Vino Giovani Bastian (lahir di jakarta, 24 maret 1982 tepatnya kini berusia 36 tahun) adalah seorang aktor film asal Indonesia. Vino adalah putra bungsu dari Bastian Tito, penulis cerita silat yang terkenal lewat seri Wiro Sableng.

    Mulai awal karir dibangku SMP, vino mulai bermain musik sebagai penabuh drum. Ia kemudian menjadi seorang model, pada tahun 2004 melakukan debutnya sebagai aktor lewat film 30 hari mencari cinta. Dalam film arahan sutradara Upi Avianto tersebut, Vino memerankan karakter seorang pria yang ternyata homo. Film perdana Vino tersebut membuat Erwin Arnada, direktur Rexinema, untuk memasang kembali Vino dalam film Catatan Akhir Sekolah (2005) arahan sutradara Hanung Bramantyo. Dengan arahan sutradara Upi Avianto, Vino bermain dalam film Realita Cinta dan Rock’n Roll (2006). Film produksi Virgo Putra Film tersebut dibintanginya bersama Herjunot Ali dan Nadine Chandrawinata. Tawaran film pun menyusul secara deras kepadanya, di antaranya Pesan Dari Surga (2006) dan remake Badai Pasti Berlalu (2007). Ia meraih penghargaan FFI sebagai Best Actor dan penghargaan Indonesia Movie Awards sebagai Favorite Actor, Best Couple dan Favorite Couple (bersama Fahrani) untuk perannya dalam Film Radit dan Jani.

    Tahun 2009 Vino berhasil menggeser Tora Sudiro dari puncak dan menempati peringkat pertama aktor film Indonesia dengan bayaran termahal (Indonesia’s Highest-Paid Actor) dengan honor Rp 250 Juta per film. Kini Vino telah menikah dengan artis Marsha Timothy pada tangga (sabtu, 20 oktober 2012).

    Tahun 2013, Vino G. Bastian untuk kali pertama dalam kariernya di dunia seni peran bermain sinetron bernapaskan religi yang berjudul “Hanya Tuhan-lah Yang Tahu” pada Bulan Suci Ramadan. Ia memerankan tokoh Ustaz Zen yang ditugaskan oleh Kyai Din berdakwah di sebuah desa yang dihuni oleh para penjahat.

    Pada April 2014, diumumkan bahwa Vino Bastian bergabung dengan produksi film feature produksi Oreima Pictures, berjudul 3 Nafas Likas yang disutradarai oleh Rako Prijanto.[2] Vino akan memerankan sebuah karakter bernama Djamin Ginting, yang merupakan suami dari karakter bernama Likas (diperankan oleh Atiqah Hasiholan). Ini merupakan kali pertama bagi Vino Bastian dan Atiqah Hasiholan berakting bersama dalam sebuah film. Ini juga merupakan kali pertama bagi Vino, memerankan seorang karakter yang melewati periode waktu luas dan periodic (dari era 1930’an).

    Syuting 3 Nafas Likas berlangsung dari 26 April 2014 dan mengambil lokasi di beberapa daerah di Sumatera Utara, Jakarta dan Ottawa, Kanada. Dalam film ini, Vino juga harus mengucapkan berbagai dialog dalam bahasa Batak Karo.

    Tahun 2018, Vino G Bastian kembali berperan sebagai Wiro Sableng. Film ini merupakan adaptasi dari buku seri “Wiro Sableng”. Buku terserbut merupakan karya Ayah Vino G. Bastian yang terdiri dari 185 judul. Untuk kali pertama buku itu diterbitkan pada 1967 hingga 2006 dan pernah sekali diangkat ke layar lebar serta sinetron. Bastian mulai menciptakan sosok Wiro Sableng sejak tahun 1967 dan berlanjut terus hingga episode terakhir saat beliau meninggal dunia tahun 2006.

    Film Wiro Sableng merupakan hasil kerja sama Lifelike Pictures dengan 20th Century Fox. Disutradarai Angga Dwimas Sasongko, film ini digarap dengan sentuhan kekinian.

    Sumber : WIKIPEDIA

    Biografi Erick Thohir

    Biografi Erick Thohir

    Erick Thohir adalah seorang pengusaha asal Indonesia dan pendiri Mahaka Group yang merupakan perusahaan induk dari perusahaan yang memiliki fokus pada bisnis media dan entertainment. Berbagai unit usaha Mahaka seperti di bidang penyiaran (broadcast) yakni Gen FM & Jak FM, stasiun televisi Jak tv, media luar ruang (out of home) Mahaka Advertising, penerbitan (publishing) yakni Harian Republika,Golf Digest, digital yakni Rajakarcis.com dan berbagai perusahaan lainnya yang bergerak di bisnis olahraga dan hiburan.

    Sebelumnya banyak orang yang belum mengetahui pengusaha satu ini, Namanya melambung tinggi dan menjadi perbincangan kalangan pecinta sepakbola dunia ketika ia resmi membeli dan menjadi pemilik klub Inter Milan yang berbasis di Italia dari pemilik sebelumnya Massimo Moratti.

    Erick Thohir diketahui merupakan seorang pengusaha media dan entertainment. Ia merupakan pendiri dari perusahaan Mahaka Grup. Saudaranya Garibaldi Thohir juga merupakan salah seorang pengusaha batu bara yang masuk dalam jajaran orang terkaya di Indonesia. Berikut Biografi Erick Thohir serta kisahnya dalam menjadi pengusaha ternama di Indonesia.

    Erick Thohir dilahirkan pada tanggal 30 Mei 1970 di Jakarta, Indonesia. Ia terlahir dari keluarga pengusaha. Ayahnya bernama Teddy Thohir. Erick Thohir mempunya saudara bernama Garibaldi Thohir dan Rika Thohir.

    Ayahnya yang bernama Teddy Thohir bersama William Soeryadjaya merupakan pemilik dari Grup Astra International. Ibu Erick Thohir bernama Edna Thohir.

    Pendidikan

    Erick Thohir menempuh pendidikan sarjananya di di Glendale University. Kemudian ia melanjutkan program Masternya dalam bidang Administrasi Bisnis (Master of Business Administration) di Universitas Nasional California.

    Ia memperoleh gelar masternya pada tahun 1993. Meskipun berasal dari keluarga pengusaha, Erick Thohir tidak diperkenankan oleh ayahnya untuk mengurus usaha bisnis keluarganya.

    Mendirikan Mahaka Grup

    Maka, sekembalinya ke Indonesia, Erick Thohir bersama Muhammad Lutfi, Wisnu Wardhana dan R. Harry Zulnardy, mereka kemudian mendirikan Mahaka Group. Erick Thohir tertarik dengan bisnis media maka Perusahaannya kemudian mengakuisisi harian Republika pada tahun 2001. Saat itu harian tersebut tengah didera krisis keuangan dan berada di ambang kebangkrutan.

    Karena belum banyak memiliki pengalaman dalam bisnis media, maka ia kemudian belajar dari ayahnya serta kemudian mendapat bimbingan Jakob Oetama pendiri harian Kompas dan kemudian Dahlan Iskan yang merupakan bos dari Jawa Pos.

    Erick Thohir kemudian menjadi Presiden Direktur PT Mahaka Media hingga 30 Juni 2008. kemudian setelah iitu ia menjabat sebagai komisioner sejak Juni 2010 hingga saat ini.

    Kemudian PT Mahaka Group miliknya membeli pula Harian Indonesia dan diterbitkan ulang dengan nama Sin Chew-Harian Indonesia dengan konten editorial dan pengelolaan dari Sin Chew Media Corporation Berhad yang berbasis di Kuala Lumpur, Malaysia.

    Media ini kemudian dikelola secara independen oleh PT Emas Dua Ribu, mitra perusahaan Mahaka Media. Selain itu, Erick juga menjabat sebagai Ketua Komite Konten dan Industri Aplikasi untuk Kamar Dagang Industri (KADIN).

    Hingga tahun 2009, Grup Mahaka milik Erick Thohir telah berkembang di dunia media dan menguasai majalah a+, Parents Indonesia, dan Golf Digest.

    Sementara untuk bisnis media surat kabar, Grup Mahaka memiliki Sin Chew Indonesia dan Republika, sementara untuk Stasiun TV, Grup Mahaka Miliknya memiliki JakTV, stasiun radio GEN 98.7 FM, Prambors FM, Delta FM, dan FeMale Radio.

    Selain di bidang media Erick juga memiliki usaha di bidang periklanan, jual-beli tiket, serta desain situs web. Ia juga pendiri dari organisasi amal “Darma Bakti Mahaka Foundation” dan “Dompet Dhuafa Republika”, serta menjadi Presiden Direktur VIVA grup dan Beyond Media.

    Dibidang olahraga karena Eick sangat mencintai olah raga bola basket, maka ia mendirikan klub Bola Basket Mahaka Satria Muda Jakarta dan Mahaputri Jakarta.

    Ia bercita-cita menjadikan olah raga tak hanya sebagai hobi, melainkan pula sebagai lahan bisnis yang menguntungkan bagi atlet dan pemilik klub.

    Erick Thohir juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum PERBASI pada periode 2006 hingga 2010 dan kemudian menjabat sebagai Presiden Asosiasi Bola Basket Asia Tenggara (SEABA) selama dua kali.

    Yaitu periode 2006 hingga 2010 dan 2010 hingga 2014. Tahun 2012 Erick dipercaya sebagai Komandan Kontingen Indonesia untuk Olimpiade London 2012.

    Pemilik DC United dan Philadelphia 76ers
    Pada Tahun 2012, Erick Thohir bersama Levien menjadi pemilik saham mayoritas klub D.C. United, D.C yang merupakan sebuah klub sepak bola profesional asal Amerika Serikat yang berbasis di Washington, DC.

    Klub ini berkompetisi di Major League Soccer. Transaksi ini membuatnya dikenal sebagai orang Asia pertama yang memiliki Tim Basket NBA setelah sebelumnya ia membeli saham dari Philadelphia 76ers.

    Membeli Klub Inter Milan
    Kemudian, pada tahun 2013, Erick Thohir membuat gebrakan dengan membeli kepemilikan 70 Persen saham Klub Sepakbola asal Italia yaitu Inter Milan, dari pemilik sebelumnya, Massimo Moratti senilai senilai 350 juta euro atau setara Rp 5,3 triliun.

    Lewat pembelian tersebut, Erick menjadi pemilik klub sepakbola besar Eropa terbaru yang berasal dari negara berkembang. Kepemilikan Erick atas Inter Milan menambah nama dalam daftar pengusaha negara berkembang yang berhasil mengakuisisi klub sepakbola yang populer di mata dunia.

    Pada hari Jum’at, 15 November 2013, Thohir resmi menjabat sebagai presiden klub Inter Milan yang baru. menggantikan Massimo Moratti yang telah menjabat selama 18 tahun di Inter Milan.

    Namun setelah itu, Suning Group sebuah perusahaan dari China kemudian membeli kepemilikan saham mayoritas Inter Milan dari Erick Thohir.

    Meskipun begitu Erich Thohir masih memiliki saham 30 persen di Inter Milan dan masih tetap menjabat sebagai Presiden klub Inter Milan. Itulah sedikit ulasan mengenai biografi Erick Thohir seorang Pengusaha asal Indonesia dan juga pemilik dari Inter Milan.

    Sumber : BIOGRAFIKU