Informasi

Waspada! Risiko Menggunakan Aplikasi Pay Later

Fitur Pay Later sekarang ini menjadi tren dalam pembayaran digital belakangan ini. Berbagai perusahaan aplikasi besar berlomba-lomba mempromosikan kemudahan untuk fasilitas beli sekarang bayar belakangan yang dapat dipakai untuktravelling, pembelian makanan, transportasi hari-hari hingga banyak produk konsumsi lainnya.

Fitur pay later sebenarnya dapat menjadi opsi lain yang lebih mudah dan nyaman bagi masyarakat dalam mengakses kartu kredit yang dalam pengajuannya harus melewati beberapa tahap yang tidak singkat, serta prosesnya bisa dilakukan langsung di ponsel pintar masing-masing.

Layanan ini tentunya memudahkan konsumen, namun jika kamu tidak berhati-hati, lilitan utang bakal menghantui.

1. Biaya yang Tak Disadari

Masyarakat, terutama milenial sangat menyukai kecepatan dan kepraktisan. Terkadang mereka tidak memahami berbagai biaya yang langsung aktif di saat mereka menggunakan fitur pay later, seperti biaya subscription, biaya cicilan, dan biaya lainnya yang dapat berbeda dari tiap aplikasi. Biaya ini seringkali memberatkan disaat tagihan datang.

2. Pengaturan Keuangan Terganggu

Mudahnya pembelian fasilitas pay later dari berbagai aplikasi seringkali dapat mengganggu pengaturan keuangan pribadi dengan banyaknya cicilan yang datang.

Dana yang disisihkan untuk membayar tagihan pay later juga dapat terpakai untuk keperluan tak terduga sewaktu-waktu sehingga menimbulkan risiko tidak mampu bayar yang tinggi.

3. Perilaku Konsumtif Berlebihan

Tanpa disadari dengan kemudahan untuk membeli sekarang bayar belakangan, memberikan dorongan impulsif dalam keputusan pembelian yang seringkali justru jatuh kepada barang-barang yang tidak diperlukan.

Jangan lupa, pelaku usaha juga memiliki strategi melakukan promo untuk menghabiskan produk mereka yang tidak terlalu laku.

4. Peretasan Identitas

Bertransaksi via digital tak luput dari bahayanya peretasan yang mengintai.

Meskipun setiap aplikasi tentu sudah menyiapkan keamanan tingkat tinggi untuk penggunanya, risiko para kriminal siber mampu menemukan cara meretas database di akun transaksi pengguna dan menggunakannya untuk hal-hal yang tidak bertanggung jawab tetap ada.

5. Penunggakan yang Berisiko pada BI Checking

Melalui BI checking, lancar atau tidaknya pembayaran nasabah akan terlihat jelas. Jika terjadi tunggakan transaksi pada pay later, tagihan tersebut akan menyebabkan catatan reputasi kredit yang buruk.

Hal ini akan menyebabkan pengajuan kredit lain yang sifatnya lebih penting untuk digunakan seperti properti dan kendaraan memiliki risiko ditolak kedepannya.

Sumber : LIPUTAN6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × 4 =