Dapat “Missed Call” dari Luar Negeri? Awas, Jangan Ditelepon Balik

Dapat

Beberapa hari ini kita dihebohkan adanya panggilan tak terjawab atau missed call dari luar negeri. Kejadian itu sudah cukup sering berlangsung berulang kali dari sebelumnya. Apa yang perlu dipahami bila Anda mengalami kejadian tersebut?

Missed call dari luar negeri dikenal dengan sebutan wangiri fraud, di mana sifatnya untuk memancing penerima telepon tersebut agar menelpon balik ke nomor yang diterimanya.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengatakan panggilan tak terjawab dari luar negeri itu, kemungkinan adalah tindak penipuan atau kecurangan kepada korban.

“(Nomor missed call) ini jangan ditekan nomornya (telepon balik),” Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Noor Iza saat dihubungi detikINET.

Dalam situasi in,i Anda harus mengetahui kode negara. Nomor seluler yang diawali dengan +62 merupakan kode negara Indonesia, sedangkan di luar nomor tersebut adalah kode internasional, misalnya +242 yang berasal dari Kongo, di mana hal itu menjadi ramai diperbincangkan baru-baru ini.

Kominfo menyarankan pengguna untuk cek prefiks/awalan nomor yang melakukan missed call. Jika ternyata nomor tersebut berasal dari internasional, lebih baik cek kembali, apakah nomor tersebut terasa familiar atau tidak. Apabila tidak, sebaiknya jangan menelepon balik.

Mengapa jangan menelpon balik? ingat dalam situasi ini, jika Anda menelpon balik nomor tersebut maka akan dikenakan tarif mahal, mengingat itu adalah sambungan langsung internasional.

Bila nomornya merupakan layanan premium, maka ada beban biaya tambahan yang besar. Dan, itu semua dibebankan kepada pemanggil, yakni Anda.

Jika masih ragu-ragu, nomor yang menelpon Anda itu dari mancanegara atau bukan, hal mudah bisa dilakukan dengan cara mengeceknya melalui mesin pencari di internet.

“Sebaiknya terlebih dahulu dicari di internet, terkait nomor yang mengganggu, khususnya nomor-nomor seperti itu (yang melakukan missed call dari nomor internasional),” tutur Noor.

Jangan telepon balik
Kasus panggilan misterius dari luar negeri ini ternyata bukan yang pertama kali terjadi. Dilansir dari Techwelkin, Minggu (1/4/2018), hal tersebut merupakan trik penipuan berbasis telepon premium. Scammer atau si penipu akan menyewa nomor premium internasional dari sebuah perusahaan. Kemudian pelaku akan melakukan panggilan secara acak dan langsung menutup panggilan tersebut agar berpikir Anda melewatkan sebuah panggilan penting. Jika korban menelepon balik, tagihan telepon akan membengkak. Tagihan inilah yang kemudian akan masuk ke kantong penipu tersebut.

Maka jika Anda mengalami hal serupa, sebaiknya jangan lakukan panggilan balik agar tidak menjadi korban scam ini. Modus penipuan berkedok panggilan luar negeri ini bukan hanya terjadi di Indonesia. Sejumlah media asing memberitakan hal semacam ini pernah terjadi di beberapa negara.

Penipuan ini diketahui sudah terjadi sejak awal 2000-an. Modus ini konon pertama kali berasal dari Jepang dan disebut “Wangiri”. Kata “Wangiri” dalam bahasa Jepang berarti “panggilan tak terjawab”. Di Indonesia pada 2016 lalu pun pernah terjadi hal serupa.

Kala itu sejumlah pengguna operator seluler mengeluhkan menerima nomor telepon internasional dengan prefix nomor +77. Kemudian beredar pesan berantai yang isinya mengajak pengguna ponsel berhati-hati bila menerima telepon dari nomor yang tidak dikenal, apalagi berasal dari luar negeri.

Menurut pesan berantai tersebut, jika pengguna menelepon balik ke nomor internasional tadi, data nomor telepon di ponsel akan diambil dan penelepon dikenai biaya 15 hingga 30 dollar AS per panggilan.

Sumber: https://inet.detik.com/telecommunication/d-3952684/ada-missed-call-dari-luar-negeri-ini-yang-perlu-dipahami

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × four =