Berita

Rupiah Melemah di Tengah Perdagangan

Rupiah Melemah di Tengah Kekhawatiran Perang Dagang AS-China

Pergerakan nilai tukar rupiah berakhir melemah. Mengutip Reuters, dibandingkan pembukaan kemarin pagi Rp14.340 per dolar AS, rupiah melemah 10 poin.

Di kawasan Asia, seluruh mata uang utama justru kompak menguat dari dolar AS. Mulai dari dolar Hong Kong menguat 0,02 persen, rupee India naik 0,07 persen, dan ringgit Malaysia naik 0,07 persen.

Lalu, baht Thailand terkerek 0,07 persen, yen Jepang naik 0,1 persen, peso Filipina naik 0,1 persen, dolar Singapura naik 0,15 persen, renmimbi China meningkat 0,2 persen, dan won Korea Selatan menguat 0,3 persen.

Begitu pula dengan mata uang negara maju, dolar Kanada menguat 0,02 persen, franc Swiss 0,04 persen, poundsterling Inggris 0,04 persen, euro Eropa 0,06 persen, rubel Rusia 0,06 persen, dan dolar Australia 0,27 persen.

Piter Abdullah, Ekonom Center Center of Reform on Economics (CORE) menilai pergerakan rupiah saat ini memang lebih baik diserahkan kepada pasar lebih dulu.

Artinya, bank sentral nasional tak perlu kembali mengeluarkan amunisi untuk menguatkan rupiah setelah menaikan bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps) pada pekan lalu.

Namun, Piter bilang BI bisa kembali ambil langkah bila rupiah tiba-tiba anjlok cukup dalam.

Caranya, dengan kembali menggelontorkan cadangan devisa (cadev). Menurutnya, cadev tetap bisa digunakan pada hal-hal krusial. Sebab, gunanya memang untuk intervensi rupiah.

Dikutip dari : CNN Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 + 19 =