Tips Atur Keuangan di Bulan Ramadhan

Tips Atur Keuangan di Bulan Ramadhan

Sudah genap seminggu kita menjalani ibadah Ramadhan. Tinggal menghitung hari waktu gajian tiba, THR pun siap menyusul setelahnya. Anda mungkin sudah memiliki ide ke mana membelanjakan uang tersebut. Namun, apakah ide tersebut sudah melalui perencanaan yang matang?

Meskipun konsumsi makanan dan minuman sepertinya berkurang drastis pada saat Ramadhan, namun pengeluaran yang tercatat pada akhir periode biasanya akan terlihat lebih besar dibandingkan bulan-bulan lainnya. Apalagi sebelum Idul Fitri datang, pastikan Anda memiliki perencanaan keuangan yang baik.

Independent Wealth Management Advisor Ari Adil mengungkapkan, pengeluaran dapat dikontrol selama kita memiliki perhitungan sebelum semua pengeluaran dilakukan. “Hanya butuh 5 menit untuk menetapkan skema pengeluaran kita selama bulan Ramadhan, namun ini yang paling sering digampangkan oleh banyak orang. Akhirnya, pengeluaran tidak terkontrol,” ujar Ari Adil, Sabtu (26/5).

Ari menyatakan bahwa ketidakpahaman akan pentingnya menjaga kondisi keuangan dengan stabil merupakan tanda bahwa mereka memiliki literasi finansial yang rendah. Oleh karena itu, ia selalu menyarankan kepada orang terdekat termasuk klien individu untuk mengulas ulang kebutuhan pengeluaran keuangan mereka.

Selain literasi finansial yang rendah, khusus bagi para pekerja milenial yang akan menerima Tunjangan Hari Raya (THR), Ari berpesan kepada mereka untuk menjadi pembeli cerdas. “Banyak di antara pekerja millennial merupakan kalangan dengan tingkat konsumsi yang tinggi karena sifat mereka yang kompulsif, sehingga keinginan untuk berbelanja tidak dipikir dengan matang,” ujar Ari.

Pada Ramadhan tahun ini, dengan hanya meluangkan waktu 5 menit, Ari Adil berharap akan lebih banyak individu yang semakin sadar pentingnya meningkatkan literasi finansial. Hanya dengan 5 menit, dari berbagai item pengeluaran, ia secara sederhana mengkategorikannya menjadi 5 tipe pengeluaran prioritas dengan prosentase masing-masing sebagai berikut:

1. 5 persen untuk Zakat dan Sedekah
Sebagai seorang muslim, kebutuhan Zakat dan Sedekah adalah kebutuhan prioritas yang harus dikeluarkan. Dengan 2.5 persen dari penghasilan setiap bulannya, Ari mengajak setiap individu untuk dapat meningkatkan prosentase zakat sebesar 2 kali mengingat penghasilan yang diterima termasuk THR. Jadi, perhitungan zakat dan sedekah menjadi 5 persen pada bulan Ramadhan ini.

2. 20 persen Investasi

Untuk mencapai keamanan keuangan di masa mendatang, Ari menyarankan bahwa dengan THR yang diterima merupakan kesempatan untuk meningkatkan persentase investasi sebesar 20 persen yang sebelumnya mungkin hanya 10 persen setiap bulan.

3. 15 persen Saving dan Cash atau Emergency Fund
Beberapa kalangan terdahulu telah membuktikan bahwa menabung dapat menopang kehidupan mendatang mereka. Ketekunan menabung mereka dapat menjadi teladan bagi kalangan milenial baik untuk membeli sesuatu yang kita inginkan ataupun untuk kebutuhan dana darurat. Sebelum menerima gaji dan THR, hitung kembali 15 persen dari total penghasilan yang diterima untuk dianggarkan sebagai tabungan dan dana darurat.

4. 30 persen Pelunasan dan Pengeluaran Reguler
Amankan 30 persen dari penghasilan yang diterima untuk membayar tagihan dan pengeluaran reguler. Pastikan pengeluaran reguler seperti membayar gaji dan THR (untuk para saudara) telah diamankan sehingga tidak ada tagihan yang harus diselesaikan. Ingat, bahwa semua tunggakan terjadi karena menggampangkan tagihan.

5. 30 persen Pengeluaran Kebutuhan Ramadhan
Atur pengeluaran kebutuhan Ramadhan seperti makan di luar, buka bersama, makanan berbuka, baju baru, kebutuhan mudik, hingga kebutuhan lebaran lainnya harus diambil dari 30 persen dana ini. Untuk menghemat pengeluaran pada anggaran ini pastikan Anda membuat skala prioritas dengan siapa Anda berbuka puasa.

Selain itu terapkan perilaku berbelanja pandai yang berguna untuk mengefisiensikan pengeluaran. Salah satu strategi yang dapat diterapkan adalah berbelanja dengan mencari diskon besar yang biasanya ramai ditawarkan selama bulan Ramadhan. Strategi ini diharapkan dapat tetap menikmati barang yang sama tetapi dengan harga yang lebih murah sehingga pengeluaran lebih terjaga.

Hal terpenting dalam mengontrol keuangan selama bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri adalah juga menahan keinginan untuk membeli sesuatu yang tidak kita butuhkan dengan berputar balik untuk berpikir kembali selama 5 menit. Hal ini dilakukan agar keputusan pembelian dilakukan secara bijak untuk mengindari penyesalan setelah pembelian.

Dikutip dari: http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/tips/18/05/26/p9byld284-tips-atur-keuangan-pada-bulan-ramadhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seven + three =