Patung Garuda Wisnu Kencana lebih mahal dibanding Menara Eiffel & Liberty

Image Patung Garuda Wisnu Kencana

Setelah sekian lama, pembangunan Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) akhirnya rampung. Patung ini telah diresmikan oleh Presiden Jokowi pada Sabtu (22/9) lalu.

Pembuatan patung ini menjalani proses panjang yaitu selama 28 tahun oleh seniman sekaligus desainer Nyoman Nuarta. Proses pembuatan patung tembaga itu menggunakan teknik cor las untuk 754 modul. Satu modulnya berukuran 4×3 meter dengan berat kurang lebih satu ton. Pembuatan patung tersebut pernah melibatkan 1.000 pekerja yang terbagi menjadi dua, yakni 400 pekerja di bandung dan 600 pekerja di Bali.

Garuda Wisnu Kencana merupakan wujud dari Dewa Wisnu sedang mengendarai seekor Garuda. Dalam agama Hindu, Dewa Wisnu merupakan Dewa Pemelihara (Sthiti). Pembangunan Garuda Wisnu Kencana bermula dari gagasan Nyoman Nuarta bersama Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi Joop Ave, dan Gubernur Bali Ida Bagus Oka, serta Menteri Pertambangan dan Energi Ida Bagus Sudjana, sekitar 1989.

Pada awal 1990, rencana itu dipresentasikan ke Presiden Soeharto, dan disetujui. Peletakan batu pertama pembangunan Cultural Park GWK di Bukit Ungasan Jimbaran ini dilakukan tahun 1997. Pembuatan keping-keping GWK melibatkan sekitar 120 seniman.

Lokasi tempat dibangunnya Cultural Park GWK adalah bekas lahan penambangan kapur liar namun sudah tidak produktif lagi. Lahan ini pun ditinggalkan dalam keadaan yang kurang baik. Patung GWK adalah patung tertinggi ketiga di dunia setelah The Spring Temple Buddha di China dan The Laykyun Sekkya Buddha di Myanmar.

Untuk dari segi biaya, patung GWK tercatat lebih mahal ketimbang monumen bersejarah seperti Patung Liberty di New York dan Menara Eiffel di tepi Sungai Seine, Paris.

Mengutip ABC News, patung GWK ditaksir memiliki total biaya sekitar USD 100 juta (Rp 1,4 triliun, USD 1 = Rp 14.819). Sementara, menurut data Home Advisor pada tahun 2015, jika biaya pembangunan Patung Liberty dulu disesuaikan dengan nilai saat ini (lewat penyesuaian inflasi), maka biayanya setara dengan USD 10,6 juta (Rp 157 miliar).

Apabila sekarang mau didirikan lagi, harga Patung Liberty malah makin murah, yakni kisaran USD 1,2 juta (Rp 17,7 miliar). Tempo dulu butuh waktu selama 9 tahun untuk membangun Patung Liberty. Patung itu diresmikan pada 28 Oktober 1886 dan dihadiri langsung oleh Presiden Grover Cleveland.

Masih menurut Home Advisor, harga pembangunan Menara Eiffel juga di bawah Patung GWK. Bila biaya saat pembangunan dulu disesuaikan dengan saat ini, maka estimasi biaya membangun Menara Eiffel setara USD 38,2 juta (Rp 556 miliar). Jika pada tahun 2015 lalu Menara Eiffel ingin didirikan lagi, biaya pun makin murah, yakni menjadi USD 31 juta.

Sampai sekarang Patung Liberty dan Menara Eiffel masih menjadi ikon di kota tempat mereka berdiri. Sama halnya dengan patung Garuda Wisnu Kencana yang nantinya akan menyambut delegasi IMF-World Bank Summit 2018 di Bali.

Dikutip dari : merdeka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eight + five =