Biografi Vino G. Bastian

Siapa yang tidak kenal dengan aktor keren dan berbakat, Vino G Bastian? Setiap tahunnya ia aktif bermain film berbagai macam genre. Prestasi dan kualitas aktingnya tidak perlu dipertanyakan lagi. Dengan memerankan seorang pria manly, dari ia muda hingga menjadi seorang ayah, kamu sebagai penonton dan fansnya pasti sangat menunggu Vino mengeluarkan film terbarunya.

Vino G Bastian yang nama aslinya Vino Giovani Bastian (lahir di jakarta, 24 maret 1982 tepatnya kini berusia 36 tahun) adalah seorang aktor film asal Indonesia. Vino adalah putra bungsu dari Bastian Tito, penulis cerita silat yang terkenal lewat seri Wiro Sableng.

Mulai awal karir dibangku SMP, vino mulai bermain musik sebagai penabuh drum. Ia kemudian menjadi seorang model, pada tahun 2004 melakukan debutnya sebagai aktor lewat film 30 hari mencari cinta. Dalam film arahan sutradara Upi Avianto tersebut, Vino memerankan karakter seorang pria yang ternyata homo. Film perdana Vino tersebut membuat Erwin Arnada, direktur Rexinema, untuk memasang kembali Vino dalam film Catatan Akhir Sekolah (2005) arahan sutradara Hanung Bramantyo. Dengan arahan sutradara Upi Avianto, Vino bermain dalam film Realita Cinta dan Rock’n Roll (2006). Film produksi Virgo Putra Film tersebut dibintanginya bersama Herjunot Ali dan Nadine Chandrawinata. Tawaran film pun menyusul secara deras kepadanya, di antaranya Pesan Dari Surga (2006) dan remake Badai Pasti Berlalu (2007). Ia meraih penghargaan FFI sebagai Best Actor dan penghargaan Indonesia Movie Awards sebagai Favorite Actor, Best Couple dan Favorite Couple (bersama Fahrani) untuk perannya dalam Film Radit dan Jani.

Tahun 2009 Vino berhasil menggeser Tora Sudiro dari puncak dan menempati peringkat pertama aktor film Indonesia dengan bayaran termahal (Indonesia’s Highest-Paid Actor) dengan honor Rp 250 Juta per film. Kini Vino telah menikah dengan artis Marsha Timothy pada tangga (sabtu, 20 oktober 2012).

Tahun 2013, Vino G. Bastian untuk kali pertama dalam kariernya di dunia seni peran bermain sinetron bernapaskan religi yang berjudul “Hanya Tuhan-lah Yang Tahu” pada Bulan Suci Ramadan. Ia memerankan tokoh Ustaz Zen yang ditugaskan oleh Kyai Din berdakwah di sebuah desa yang dihuni oleh para penjahat.

Pada April 2014, diumumkan bahwa Vino Bastian bergabung dengan produksi film feature produksi Oreima Pictures, berjudul 3 Nafas Likas yang disutradarai oleh Rako Prijanto.[2] Vino akan memerankan sebuah karakter bernama Djamin Ginting, yang merupakan suami dari karakter bernama Likas (diperankan oleh Atiqah Hasiholan). Ini merupakan kali pertama bagi Vino Bastian dan Atiqah Hasiholan berakting bersama dalam sebuah film. Ini juga merupakan kali pertama bagi Vino, memerankan seorang karakter yang melewati periode waktu luas dan periodic (dari era 1930’an).

Syuting 3 Nafas Likas berlangsung dari 26 April 2014 dan mengambil lokasi di beberapa daerah di Sumatera Utara, Jakarta dan Ottawa, Kanada. Dalam film ini, Vino juga harus mengucapkan berbagai dialog dalam bahasa Batak Karo.

Tahun 2018, Vino G Bastian kembali berperan sebagai Wiro Sableng. Film ini merupakan adaptasi dari buku seri “Wiro Sableng”. Buku terserbut merupakan karya Ayah Vino G. Bastian yang terdiri dari 185 judul. Untuk kali pertama buku itu diterbitkan pada 1967 hingga 2006 dan pernah sekali diangkat ke layar lebar serta sinetron. Bastian mulai menciptakan sosok Wiro Sableng sejak tahun 1967 dan berlanjut terus hingga episode terakhir saat beliau meninggal dunia tahun 2006.

Film Wiro Sableng merupakan hasil kerja sama Lifelike Pictures dengan 20th Century Fox. Disutradarai Angga Dwimas Sasongko, film ini digarap dengan sentuhan kekinian.

Sumber : WIKIPEDIA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eleven − 8 =