Biografi Jaya Setiabudi ‘Mas J’

LEBIH BAIK KECIL JADI BOS, DARIPADA GEDE JADI KULI. Itulah pesan orangtua yang selalu terngiang di benak Jaya Setiabudi dan akhirnya mendorong dia untuk sungguh-sungguh menjadi seorang entrepreneur, menjadi bos beberapa perusahaan.

Jaya Setiabudi atau lebih akrab dengan panggilan ‘mas J’, lahir di Semarang, tanggal 27 April 1973. Mas J adalah anak ke enam dari tujuh bersaudara. Ayahnya Untung Setiabudi adalah pensiunan karyawan swasta, sedangkan ibunya Muliati adalah ibu rumah tangga. Saat buku The Power Of Kepepet ini diterbitkan, mas J memiliki dua orang anak, Sarah Aulia Setiabudi dan Alfin Risqi Setiabudi, buah dari pernikahan dengan Liana.

Mas J memasuki dunia kerja pertama dan terakhirnya yaitu di Astra Microtronics Technology (AMT), Batam (1997-1998). Cita-citanya menjadi pengusaha segera diwujudkannya dengan membuka usaha yang pertama di bidang industrial supply. Seperti lagu dangdut, ‘jatuh bangun’ menjadi makanan mas J dalam menjalankan usaha. Mas J pernah mengalami kerugian di atas 1,8 miliar pada usia 31 tahun . untungnya tidak ada kamus ‘menyerah’ dalam diri mas J.

Di awal-awal merintis usaha memang tak mudah. Dari mulai naik ojek, door to door, merangkap semua bagian ia jalani, bahkan rugi dan ditipu pun ia alami sampai akhirnya ia berhasil mengembangkan bisnisnya di Batam.

Saat ini di bawah Momentum Group ia telah mengembangkan usahanya menjadi tak kurang dari 7 perusahaan yang bergerak di beberapa bidang.

Mas J yang kini tinggal di Bandung, nyaris tidak terlibat lagi secara operasional dalam pengelolaan bisnis-bisnisnya. Kesehariannya lebih diabdikan keliling Indonesia untuk memprovokasi orang-orang agar berani menjadi pengusaha, menjadi juragan. Melalui organisasi Entrepreneur Association (EA) yang didirikan bersama kawan-kawannya, masyarakat bisa mendapatkan pelatihan entrepreneur yang berkualitas secara gratis.

Selain itu, mas J masih aktif mengisi kelas Entrepeneur University di lebih dari 40 kota di Indonesia. Bahkan gelar bergengsi sebagai Mentor terfavorit pun disandangnya pada tahun 2008. Belum selesai disitu, secara berkala mas J juga membagi ilmunya dalam pelatihan bergengsi yang fenomenal Entrepreneur Camp dan Young Entrepreneur Academy (YEA).

Di buku The Power of Kepepet dijelaskan bahwa untuk menjadi pengusaha harus menciptakan kondisi kepepet. Sebagai contoh jika seseorang disuruh menyebrangi dari atap gedung ke gedung lainnya dengan papan selebar 20 cm misalnya, tentu tak ada yang mau. Tapi jika di gedung tempat ia berdiri diberi macan yang siap menerkamnya tentu tanpa berpikir panjang orang itu akan mau menyebrangi gedung tersebut. Apalagi ditambah dengan The Power of Iming-iming dengan memberikan uang 1 milyar di gedung sebelahnya.

Sumber referensi : All About Buku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

thirteen − 3 =