Biografi Ernest Prakasa

Sejak stand up comedy populer di Indonesia, nama Ernest Prakasa sebagai salah satu komika (istilah untuk orang yang melakukan stand up comedy) di tanah air. Ernest Prakasa adalah seorang pelawak tunggal Indonesia yang lahir di Jakarta, 29 Januari 1982. Ia dikenal sejak menjadi juara ketiga dalam acara Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) pada tahun 2011 lalu dan juga dikenal sebagai seorang komedian Tionghoa-Indonesia yang sering menjadikan kehidupan etnisnya sebagai materi komedi tunggal.

Pria yang mengawali kariernya di industri musik ini awalnya bergabung dengan Universal Music, kemudian ia pindah ke Sony Music. Ia berkutat di industri musik kurang lebih selama enam tahun.

Setelah menyadari bakatnya di stand up comedy, ia akhirnya memilih untuk fokus menekuni profesinya sebagai pelawak tunggal, bersama Pandji Pragiwaksono, Raditya Dika, Ryan Adriandhy dan Isman H Suryaman.

Kecintaannya terhadap dunia lawak, ia mendirikan sebuah komunitas untuk pelawak tunggal pertama di Indonesia. Komunitasnya hingga kini terus berkembang hampir di 15 provinsi. Ia juga diangkat sebagai ketua pertama yang sekaligus perintis dari Stand Up Indo hingga Juni 2013.

Tahun 2012, ia melakukan tur komedi tunggal di banyak kota seperti Bandung, Semarang, Denpasar, Solo, Surabaya hingga berbagai kota di Kalimantan. Saat itu ia menjadi komdian pertama asal Indonesia yang melakukan itu.

Ernest bersama komedian lainnya yang beretnis Tionghoa-Indonesia menggelar pertunjukan komedi tunggal yang berjudul Ernest Prakasa & THe Oriental Bandits yang digelar di Gedung Kesenian Jakarta, Februari 2013 silam sebelum perayaan Imlek.

Pada November 2013, Ernest kembali mengadakan tur keduanya yang diberi tema IIIucinati, dengan mengunjungi lebih banyak kota dari tur pertamanya seperti Makassar, Samarinda, Banda Aceh, Solo, Semarang, Jogja, Bogor, Bandung, Malang dan lainnya sebanyak 17 kota.

Dengan acara penutupnya digelar di Jakarta yang mencatatkan rekor sebagai komedi tunggal spesial pertama di Indonesia yang digelar sebanyak tiga kali dalam satu hari.

Berkat pembawaannya yang menjadi perhatian banyak orang, Ernest juga beberapa kali bermain film seperti Make Money, Comic 8, Kukejar Cinta ke Negeri Cina, CJR The Movie, Rudy Habibie, dan Cek Toko Sebelah.

Selain dikenal sebagai pelawak dan aktor, Ernest juga menjadi presenter di beberapa acara tv. Ia membawakan acara Stand Up Comedy Show, Comic Action, dan Indonesia Harus Buka. Bahkan ia pernah menjadi juri pada ajang Stand Up Comedy Academy tahun 2015.

Selain aksi melucu, ia juga menggeluti dunia tulis menulis yang tentunya berhubungan dengan dunia tawa. Bahkan ia juga terjun menjadi penulis skenario film sekaligus sebagai sutradara. Ia mampu melahirkan film komedi penuh pesan moral dalam film Cek Toko Sebelah.

Atas karyanya ini, ia dinobatkan sebagai Penulis Skenario Terpuji pada Festival Film Bandung 2017, begitu juga dengan filmnya memenangkan dalam katagori Film Terpuji. Bahkan ia juga masuk nominasi Pemeran Utama Pria pada Festival Film Indonesia 2017.

Dalam kehidupan pribadinya, pada 2007, Ernest resmi menjadi suami dari wanita bernama Meira Anastasia. Saat itu Ernest memutuskan untuk menikah muda pada usia 25 tahun dan sang istri berusia 24 tahun saat itu.

Mereka telah dikaruniai dua orang anak yang bernama Sky Tierra Solana dan Snow Auror Arashi. Kini kehidupan mereka bisa dikatakan cukup bahagia yang hampir tidak pernah diterpa gosip seperti selebritis lainnya. Kuncinya, Ernest menjaga keseimbangan waktu untuk keluarga dan pekerjaan.

Sumber: VIVA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 − 7 =