Biografi

Biografi Alberthiene Endah

Rr. Alberthiene Endah Kusumawardhani Sutoyo atau lebih di kenal dengan Alberthiene Endah merupakan seorang penulis sekaligus jurnalis, yang memulai menerbitkan karyanya pada tahun 1993 sampai sekarang. Sejak kecil Endah sudah sangat senang menulis, dan kesenangannya semakin besar ketika dia duduk di bangku SMA. Pada saat lulus dari bangku SMA, Endah memutuskan untuk kuliah jurusan sastra Jepang di Universitas Jakarta. Awal karirnya dimulai pada tahun 1993 saat dia bekerja untuk sebuah majalah yang bertajuk Hidup. Tahun 1996 dia bekerja juga disebuah majalah wanita, Femina. Saat bekerja di Femina, Endah

Alberthiene Endah dilahirkan di Kota Bandung, Jawa Barat dan dibesarkan di Kota Depok. Ia mulai tertarik pada dunia menulis saat masih belia dan memutuskan untuk menjadi seorang jurnalis saat duduk di bangku Sekolah menengah pertama. Setelah lulus dari Sekolah menengah atas, ia melanjutkan pendidikannya di Sastra Belanda, universitas Indonesia. Alberthiene bekerja untuk pertama kalinya pada majalah Hidup pada tahun 1993. Pada tahun 1996, ia kemudian melanjutkan kariernya di majalah wanita Femina. Saat bekerja pada majalah tersebut, ia berkesempatan mewawancarai banyak tokoh terkenal, seperti Jennifer Lopez, Xanana Gusmão, and Krisdayanti, yang kemudian memintanya untuk menuliskan biografi tentang perjalanan hidup dan kariernya. Buku tersebut dirilis pada tahun 2003 dengan judul Seribu Satu KD.

Pada tahun 2004, Alberthiene berhenti bekerja pada majalah Femina untuk memfokuskan kariernya sebagai penulis lepas. Ia kemudian juga memimpin dewan editor majalah Prodo. Ia kemudian mendapat sejumlah permintaan dari para tokoh-tokoh terkenal untuk menuliskan biografi mereka. Pada tahun yang sama, ia merilis novel pertamanya berjudul Jangan Beri Aku Narkoba. Novel tersebut memenangkan penghargaan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) atas upayanya dalam memberantas penggunaan narkotika. Ia juga meraih penghargaan dari Adikarya Awards 2005 untuk kategori novel remaja. Karyanya ini kemudian diadaptasikan ke dalam sebuah film berjudul Detik Terakhir pada tahun 2005.

Sepanjang Mei hingga November 2006, Alberthiene menggarap biografi penyanyi Chrisye yang saat itu tengan berperang melawan kanker paru-paru. Ia menyebut pekerjaannya kali ini sebagai yang paling spesial dan mengatakan bahwa kemauan Chrisye untuk diwawancara “seperti sebuah keajaiban.” Pada tahun 2010, ia mengumumkan tengah membuat biografi dari aktris Luna Maya. Ia menyatakan berencana untuk menulis biografi penuh, tidak hanya sekadar skandal video pornonya saat itu bersama Ariel Peterpan.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Alberthiene_Endah

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fourteen − seven =