Verifikasi 2 Langkah di Gmail

Jumlah ancaman keamanan dan penipuan di internet semakin meningkat dari hari ke hari. Memberikan Password yang anda buat sekiranya cukup, tapi ternyata tidak. Meski anda sudah cukup rajin dalam memperkuat sandi, masih ada kemungkinan bagi para penjahat cyber, black-hat hacker atau cracker menemukan cara untuk memecahkannya. Continue reading Verifikasi 2 Langkah di Gmail

Biografi Author Sefryana Khairil

Sefryana Khairil Bariah yang punya nama panggilan Riri ini lahir di Jakarta tanggal 29 September 1988. Sefry lahir di tengah keluarga yang penuh cinta. Muhammad Yasin Ayub, ayahandanya adalah seorang pegawai negeri sipil yang dikenalnya sebagai sosok yang bijaksana, arif dan baik hati dan Nurhayati, ibundanya adalah seorang wanita yang lembut dan penuh kasih sayang. Sefry mempunyai satu orang adik yang bernama Muhammad Novaldi Akbar atau yang akrab dipanggil Adi. Adiknya, juga bergelut dalam bidang seni kreatif, sebagai fotografer dan desainer grafis.

Sefry di mata sang bunda adalah anak yang mempunyai watak keras, ambisius dan egois. Tapi walaupun begitu, dia tetaplah anak yang manja. Sefry kecil adalah cewek tomboi yang tidak pernah mau memakai rok. Makanya dia suka main pistol-pistolan!

Sefry termasuk anak yang tabah dalam menjalani hidupnya. Karena pernah suatu kali dalam hidupnya, tepatnya pada saat dia kelas 3 SMP, dia mendapat fitnah yang membuatnya down! Tapi buatnya, hidup ini belum berakhir. Dia melanjutkan hobi menulisnya dan berhasil mewujudkan impiannya menjadi seorang penulis.

Sempat bersekolah di SD Barunawati 2, Jakarta Barat, Sefry mengikuti orangtuanya pindah ke SDN Pondok Kelapa 10 Pagi, lalu melanjutkan ke SMP Negeri 252 Jakarta Timur dan SMA Islam Panglima Besar Soedirman Bekasi Selatan. Setelah lulus SMA pada 2006, Sefry melanjutkan pendidikannya di Universitas Negeri Jakarta, tempatnya meraih gelar Sarjana Sastra dari jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Pertama kali dia menulis, kelas satu SMP. Dia terinspirasi dari seorang cerpenis bernama Donartus A. Nugroho. Dan cerpen pertamanya yang berjudul setia berhasil diterbitkan dalam tabloid Keren Beken tahun 2001. Impian Sefry saat ini adalah bertemu dengan sastrawan idolanya, Sapardi Djoko Damono. Yang sekarang adalah seorang dosen di Universitas Indonesia jurusan bahasa Inggris.

“Saya tidak pernah bermimpi menjadi penulis, hingga menulis mengubah hidup saya.”

Sefry menerbitkan novel pertamanya, YOU, ketika ia berusia 15 tahun. Pada tahun yang sama, ia menerima penghargaan sebagai Penulis Terbaik dalam Lomba Menulis Cipta Karya Anak Bangsa.

Pada novel keenamnya, Dongeng Semusim, Sefry ingin menulis sesuatu yang berbeda. Ia ingin menulis untuk pembaca dewasa dan tantangan ini membuatnya melihat dunia dewasa dari sudut pandang berbeda. Usahanya tidak sia-sia dan sukses menjadikan Dongeng Semusim menjadi Most Wanted Book di Majalah Chic dan menjadi Book of the Month Februari 2010 untuk Majalah Cleo Indonesia.

Pada 2010, Sefry menulis novel adaptasi dari film Ari Sihasale (Alenia Pictures), Tanah Air Beta. Ia memutuskan untuk menulisnya karena cerita itu begitu menyentuh. Bukan hanya karena ia menulis di luar roman dari Tanah Air Beta, tapi juga belajar untuk lebih mengenal orang-orang dan sekitar.

“Sebagai penulis, kita harus mencoba menulis apa pun.”

Pada 2011, Dongeng Semusim, Rindu, Coming Home, dan Tanah Air Beta dipamerkan di Bern, Swiss, dalam rangka pameran karya anak bangsa Indonesia atas kerja sama dengan Kedutaan Besar Indonesia di Swiss. Dan, Coming Home menjadi nominator dalam Anugerah Pembaca Indonesia 2011.

Pada 2012, Sefry menjadi salah satu juri dalam Qatar Writing Competition yang diadakan oleh KBRI Qatar, Tentang Qatar, Qatar Menulis, dan Bank Mandiri. Dan di akhir 2012, Beautiful Mistake menjadi nominator dalam Anugerah Pembaca Indonesia 2012.

Pada 2015, Almost is Never Enough menjadi nominator dalam Anugerah Pembaca Indonesia 2015.

Sefry bergabung bersama TransVision (anggota CT Corp/Transmedia, sister company dari Trans TV dan Trans7) pada 2014 sebagai penerjemah. Dia menerjemahkan sinopsis dan subtitle program TV.

Di samping menulis dan menerjemahkan, memasak, memotret, membaca, mendengarkan musik, nonton tumpukan DVD jadul, dan jalan-jalan adalah aktivitas favorit Sefry di waktu senggangnya.

Pada 1 Oktober 2016, Sefry menikah dengan Luki Nurhakim, seorang export-import specialist. Kini Sefry tinggal bersama suaminya di Jakarta.

Sumber : https://www.sefryanakhairil.com/bio