Tips Mendirikan Kantor Virtual Paling Ideal untuk Startup

Walau aktivitasnya bisa dilakukan secara mobile, pada kenyataannya bisnis startup tetap memerlukan sebuah kantor sebagai tempat beroperasi. Oleh karena itu, banyak sekali bermunculan kantor virtual di tengah meningkatnya pertumbuhan startup.

Tren kantor virtual yang makin meningkat, nyatanya memberi keuntungan bagi startup.

Pasalnya, mereka tak perlu lagi memikirkan soal fasilitas yang harus disiapkan untuk menjalankan bisnisnya. Hadir dengan fasilitas lengkap, pengguna hanya tinggal duduk dan melakukan pekerjaannya.

Lebih dari itu, kantor virtual yang ideal sejatinya mampu menawarkan kelebihan lain yang bisa mengakomodir kebutuhan pengguna, terutama agar para pelaku startup bisa menjalankan bisnisnya dengan lebih cepat.

Nah, khusus bagi kamu pelaku startup yang ingin mendirikan kantor virtual. Berikut Tekno Liputan6.com suguhkan tips mudah mendirikan kantor virtual paling ideal bagi startup-mu.

1. Perhatikan Biaya Sistematis
Merintis startup tentu bukan hal mudah. Dalam pengembangannya, kerap kali banyak biaya dadakan yang muncul dalam prosesnya. Tanpa pengaturan yang baik, biaya-biaya tersebut malah bisa jadi bumerang bagi startup.

Untungnya, kantor virtual menawarkan penetapan biaya yang sistematis. Dalam artian, penggunanya bisa melakukan pembayaran secara berkala, semisal bulanan seperti yang ditawarkan oleh Lynk Virtual dan Serviced Office. Sehingga, pengeluaran menjadi lebih teratur dan mudah ditelusuri.

2. All In

Semakin menarik kalau biaya yang ditawarkan telah meliputi segalanya. Dalam hal ini termasuk fasilitas pendukung, seperti resepsionis, bahkan listrik dan maintenance gedung.

Dengan demikian, startup bisa makin fokus pada pekerjaannya tanpa repot-repot memikirkan hal-hal kecil tersebut.

Di sisi lain, pengeluaran juga menjadi lebih terukur yang membuat keuangan startup lebih aman.

3.Lokasi Strategis
Kelebihan yang satu ini bisa dibilang sebagai hal yang mutlak. Lokasi yang strategis dipastikan akan memberi pengaruh yang cukup signifikan pada perkembangan sebuah startup. Pasalnya, pelaku startup bisa dengan mudah mengakses berbagai lokasi untuk menjalankan bisnisnya.

Selain itu, lokasi yang strategis juga memungkinkan efisiensi waktu yang lebih baik. Salah satunya seperti yang ditonjolkan Lynk Virtual dan Serviced Office yang berlokasi di gedung perkantoran tempat Mall Neo Soho Jakarta berada.

Bermodalkan ekosistem yang lengkap tersebut, pelaku startup pun bisa lebih terpacu untuk mengembangkan bisnisnya.

Sumber : LIPUTAN6

 

Indonesia Menempati 3 Terbawah dalam Kualitas Streaming

Apa kamu merasa resah dan hampir stres saat menunggu buffering, padahal kamu ingin menonton untuk mengetahui kelanjutan suatu drama atau pertandingan yang kamu ikuti?

Ya, keresahan itu karena kualitas streaming video di Indonesia termasuk yang paling rendah menurut laporan The State of Mobile Video terbaru yang dirilis perusahaan pemetaan jaringan OpenSignal.

Di antara 14 negara Asia Timur dan Australia yang tercakup dalam laporan OpenSignal, Indonesia menduduki nomor tiga dari bawah perihal kualitas pengalaman video streaming mobile lewat koneksi seluler. Indonesia mendapat skor 45,6 poin dari 100 poin maksimal, unggul di atas Filipina yang menduduki posisi buncit dengan poin 35 dan Kamboja di urutan kedua dengan poin 40,7. Sementara negara dengan predikat internet terbaik di Asia Timur direngkuh Singapura dengan skor 66,9 poin.

Skor tersebut mengindikasikan hampir semua pengalaman internet di Singapura sangat mumpuni, termasuk kecepatan waktu unduhan dan risiko kegagalan minimum saat streaming video, bahkan pada resolusi video tertinggi. Tak hanya di Asia, secara global, Singapura menjadi satu dari 11 negara di dunia dengan predikat kualitas video streaming “paling baik”.

Wilayah lain yang masuk perhitungan Asia dengan kualitas video sangat memadai adalah Australia dan Taiwan dengan poin 65. Statistik pengalaman streaming video di 14 negara Asia Timur dan Australia(OpenSignal) Kendati demikian, OpenSignal melaporkan bahwa secara keseluruhan, 14 negara Asia Timur tersebut berada pada rentang penilaian Good-to-Fair. Open Signal menilai kualitas “pengalaman menonton video” berdasarkan kriteria yang diusun oleh lembaga Internatioal Telecommunication Union (ITU), meliputi kualitas gambar, waktu loading, dan frekuensi video tersendat (stalling).

Pengujian dilakukan di perangkat end-user dengan video beragam resolusi secara streaming. Hasil pengukuran kemudian dikuantifikasi dalam skala 0 hingga 100, semakin tinggi semakin mulus pemutaran video. Metode selengkapnya bisa dilihat di tautan ini. OpenSignal turut memberikan skor video streaming berdasarkan kelima operator seluler di Indonesia. Telkomsel duduk di urutan pertama, diikuti secara berturut-turut oleh XL, Smartfren, Tri, dan Indosat.

Nilai kualitas streaming video kelima operator seluler di Indonesia, menurut laporan OpenSignal(OpenSignal) Cepat bukan berarti bagus Kecepatan internet mobile yang tinggi tidak lantas selalu diiringi kualitas streaming video yang mumpuni.

OpenSignal menemukan dua temuan atas hal itu. Pertama, di negara yang telah memiliki rata-rata kecepatan internet mobile tinggi, korelasi antara kecepatan unduhan dan pengalaman video tidak selalu berbanding lurus. Contohnya, Korea Selatan yang menjadi negara dengan rata-rata kecepatan downlink internet seluler tertinggi di antara 69 negara di dunia yang tercakup dalam penilaian OpenSignal, kualitas streaming videonya ternyata tidak begitu memuaskan.

Dengan kecepatan internet 45,6 Mbps, ranking video Korea Selatan justru tidak masuk urutan sebelas 11 besar soal pengalaman menonton video. Skor kualitas streaming video di Negeri Gingseng ini mencapai 62,8 poin, hampir setara dengan Kuwait yang kecepatan internet selulernya hanya 14,7 Mbps.

Keadaan berbeda terjadi di Hong Kong yang memiliki kecepatan unduhan 14,7 Mbps, tapi kualitas streaming videonya setara dengan Korea Selatan, Selandia Baru, dan Jepang yang rata-rata kecepatan internetnya hampir dua kali lipat lebih tinggi dari Hong Kong. Namun, dalam temuan yang kedua, OpenSignal menemukan bahwa di beberapa negara yang sedang membangun kapasitas koneksi LTE, korelasi antara kecepatan koneksi internet mobile dan pengalaman streaming video cukup berimbang.

Di sebagian besar negara Asia Tenggara yang rata-rata memiliki kecepatan downlink rendah, misalnya, kualitas streaming videonya juga rendah. Indonesia dan beberapa negara lain di Asia Tenggara memiliki kecepatan unduhan rata-rata 10 Mbps atau di bawahnya. Negara-negara tersebut memiliki kualitas streaming video yang rendah pula. Menurut laporan OpenSignal, skor pengalaman video di Indonesia pun termasuk paling buruk. Di benua Asia, peringkat video streaming Indonesia hanya lebih tinggi dari Kamboja, Pakistan, India, Iran, dan Filipina.

Sumber : KOMPAS.COM

 

Akhirnya Intel Luncurkan 5G Pertama

Intel Corporation adalah sebuah perusahaan multinasional yang berpusat di Amerika Serikat dan terkenal dengan rancangan dan produksi mikroprosesor dan mengkhususkan dalam sirkuit terpadu. Intel juga membuat kartu jaringan, chipset papan induk, komponen, dan alat lainnya.

Intel tak mau ketinggalan gerbong berikutnya dalam evolusi teknologi seluler. Raksasa chip itu memperkenalkan chip modem 5G terbarunya, yakni XMM 8160, Selasa, (13/11/2018) silam.

Menariknya, chip ini merupakan jenis multi-mode modem, di mana dengan keunggulannya, chip bisa menghubungkan ke jaringan lawas 2G hingga 5G, tanpa tambahan chip modem lain.

Sebelumnya, Qualcomm, rival besar Intel di industri chip, telah lebih dulu memperkenalkan modem 5G bernama Snapdragon X50. Namun, modem itu diketahui tidak memiliki teknologi multi-mode, yang mengharuskan pabrikan menyisipkan chip modem tambahan.

Sementara modem bikinan Intel ini diketahui menggunakan gelombang radio baru (NR) yang mendukung spektrum frekuensi gelombang terendah, 600 MHz, hingga tertinggi, yaitu gelombang milimeter (mmWave) dengan frekuensi 6 GHz, yang bisa menghasilkan kecepatan unduh hingga 6 Gbps.

Teknologi multi-modem ini sejatinya memungkinkan sang device yang disokong modem terhubung melalui jaringan tersebut dengan dukungan EN-DC, yaitu sebuah cara untuk menghubungkan jaringan 4G dan 5G secara bersamaan.

Nantinya, dalam kenyataan, para pabrikan disebut tidak wajib menyertakan modem tambahan lain untuk menghubungkan ke jaringan 4G, atau yang lebih lama seperti 2G dan 3G.

Hal ini bisa dibilang sebagai keuntungan multi-mode, di mana perangkat akan menghubungkan ke jaringan lain jika ternyata gelombang 5G tidak tersedia di daerah yang sedang dikunjungi pengguna.

Dilansir KompasTekno dari GSMArena, Rabu (14/11/2018), jaringan lantas bakal berubah menjadi 5G jika dirasa dibutuhkan. Ini merupakan teknologi ‘Non-Stand Alone’ dimana transisi dari 4G ke 5G akan terlaksana secara mulus.

Selain itu, modem juga mendukung konektivitas 5G ‘Stand Alone’ yang berarti secara terpisah, stagnan di jaringan 5G tanpa dukungan transisi dari jaringan 4G. Intel juga mengklaim chip modem 5G-nya ini bakal dapat membuat ukuran perangkat yang lebih kecil, dan hemat daya.

Belum diketahui tanggal pasti pendistribusian chip modem ini. Namun, modem Intel XMM 8160 5G yang disebut super cepat itu diprediksikan akan memasuki tahap pengapalan pada kuartal II-2019. Perangkat komersil yang menggunakan modem ini, seperti ponsel dan PC, diharapkan akan tersedia di semester I-2020.

Sumber : KOMPAS.COM

 

Cuitan receh warganet yang bikin ngakak

Status salah satu akun Twitter ramai dibalas oleh warganet. Pasalnya postingan tersebut mengajak pembacanya untuk ngejoke receh menggunakan Bahasa Inggris.

Kreatifnya warganet main plesetan kata memang bisa diacungi jempol. Selain sukses membuat banyak orang tertawa, warganet juga pintar banget nih merecehkan sosial media. Terbukti dengan cocoklogi kata bahasa Inggris ini.

Akun twitter @cho_ro memulai permainan kata ini sejak Minggu (4/11/2018) lalu. Tak disangka, cuitannya menghibur warganet sampai akhirnya menjadi viral. Beragam balasan pun memenuhi laman status tersebut, ada yang kocak banget hingga bikin perut mules nahan tawa. Berikut sejumlah twit kocak warganet ikut bermain kata bahasa Inggris di jejaring Twitter.

1. Mungkin maksudnya Akrab

2. Receh sekali abang ini

3. Iya, selain hitam kambing juga ada yang putih kok

4. Maksudnya Baik kali

Sumber : LIPUTAN6

 

Biografi Dian Sastrowardoyo

Dia memancing gairah perfilman nasional hidup kembali. Penampilannya di Ada Apa Dengan Cinta, dan sejumlah film lain menyabet banyak pujian dan penghargaan.

Karier Dian Sastro di dunia hiburan bermula setelah dia menjadi juara cover girl majalah Gadis pada 1996. Sejak saat itu, Dian mendalami dunia model. Dia mulai terlibat di dunia akting tatkala menjadi model bagi video klip band ‘Sheila on 7’ pada 1999.

Setelah itu, dia turut terlibat klip video ‘The Fly’ serta ‘Kla Project.’ Pada 2000, anak tunggal pasangan almarhum Ariawan Rusdianto Sastrowardoyo, dan Dewi Parwati Setyorini ini mulai dapat tawaran bermain film indie berjudul ‘Bintang Jatuh’.

Pengalaman itu membuat Dian jatuh cinta pada dunia film. Aktingnya menuai pujian banyak pihak. Film indie pertamanya, Bintang Jatuh (2000), karya Rudi Sudjarwo, diedarkan di kampus-kampus, dan tidak ditayangkan di bioskop. Dian beradu akting dengan Marcella Zalianty, Garry Iskak, dan Indra Birowo.

Dia melakoni peran lebih serius, saat berakting dalam Pasir Berbisik (2001) bersama Christine Hakim, Slamet Rahardjo dan Didi Petet. Lewat film ini pula Dian menyabet pemeran wanita terbaik pada Festival Film Internasional Singapura (2002), dan Festival Film Asia di Deauville, Perancis (2002).

Alumni SMU Tarakanita I ini memenangi Piala Citra 2004, sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik dan Aktris Terbaik dalam Festival Film Asia di Prancis. Setahun kemudian, dia berperan dengan sangat baik sebagai Cinta dalam film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) pada 2002. Film itu disebut-sebut melecut kembali gairah film nasional yang lesu. AADC bercerita tentang remaja Jakarta, dan kisah cinta yang tidak cengeng, laris menjadi tontonan di dalam dan luar negeri. Selama berbulan-bulan film itu bertengger di peringkat tertinggi di bioskop tanah air, maupun luar negeri.

Dua pemeran utama AADC, Dian Sastro dan Nicholas Saputra, berkeliling ke tujuh kota di Jepang, karena film itu diputar di 30 bioskop di negeri Sakura itu. Antara lain, di Tokyo, Osaka, Sapporo, Nagoya, Kyoto, Fukuoka dan Kobe.

Mencoba Sinetron

Meski sebelumnya enggan bermain sinetron, dia akhirnya terjun dalam sinetron Dunia Tanpa Koma (2006). Selain itu, Dian juga tampil membawakan beberapa acara televisi. Dia kembali berduet akting dengan Nicholas Saputra di film 3 Doa 3 Cinta (2008), enam tahun setelah kisah sukses mereka di AADC. Di ajang International Festival of Asian Cinema V Seoul, 3 Doa 3 Cinta mendapat penghargaan Grand Prize of the International Jury.

Kecintaannya pada film pun kian kuat. Dalam Drupadi (2009), Dian membuktikan diri sebagai aktis sekaligus produser film. Seni peran juga menantangnya tampil di panggung teater. Saat peluncuran novel “9 Dari Nadira” karya Leila S Chudori, awal Desember 2009, dia tampil memainkan satu karakter dari novel itu. Setelah debut perdana di panggung teater, Dian mengaku lelah menghafal naskah teater yang panjang. Dia lebih menikmati peran di layar lebar.

Kehidupan Asmara

Sejak bersinar dalam AADC, kehidupan pribadi Dian selalu menjadi perhatian. Begitu juga kisah asmara di seputar artis ini. Sejumlah lelaki disebut-sebut pernah dekat dengan Dian, misalnya pembalap Moreno Soeprapto. Kisah cinta Dian dengan Moreno tak bertahan lama, keduanya berpisah dan memilih jalan masing-masing.

Putus dari Abi, Dian lama tak terlihat menggandeng pria. Bintang sabun Lux ini mengaku menikmati masa kesendiriannya itu. Awal November 2009 berhembus kabar jika cucu tokoh pergerakan nasional Prof Mr Sunario Sastrowardoyo ini bertunangan dengan kekasihnya, Indraguna Sutowo.

Ia menikah dengan Indraguna Sutowo pada 18 Mei 2010. Setelah itu, Dian berkonsentrasi pada keluarga dan sekolahnya. Ia pun menyelesaikan kuliahnya di Universitas Indonesia. Ia juga sempat menjadi dosen di kampus almamaternya.

Setelah lama hampir 14 tahun menghilang di dunia peran, Dian kembali dengan film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) 2. Tak hanya itu, Dian juga bermain dalam film Kartini. Dian terus berkarya dengan segala yang dimilikinya. Ia ternyata masih menjadi idola.

Sumber : BIOGRAFIKU

 

Cara Mengatasi Transaksi Tidak Valid

Ketika Anda ingin bertransaksi di FasaPay tetapi ternyata sudah tidak valid. Apa sajakah yang menjadi penyebab transaksi tidak valid?

Ada beberapa penyebab ketika transaksi di FasaPay tidak valid yaitu alamat IP Anda yang tidak stabil dan sesi Anda yang valid berakhir (10 menit).

untuk hal tersebut, ada beberapa solusi yang bisa Anda lakukan yaitu mencoba untuk menghapus riwayat browser Anda atau mencoba gunakan browser lain dan memastikan koneksi internet Anda baik-baik saja atau stabil.

Jika Anda masih mengalami masalah, Anda dapat mengirim permintaan kepada kami untuk mengaktifkan fitur “Koneksi Tidak Stabil” pada akun FasaPay Anda. Anda dapat mengirim email ke [email protected]

 

Tips Mematikan Riwayat Lokasi di Google Maps

Google Maps punya salah satu fitur bagus yang bernama “Timeline”. Fitur Timeline ini berfungsi untuk menampilkan riwayat lokasi dan perjalanan kamu (Location History).

Jejak perjalanan kamu akan direkam jika kamu mengaktifkan fitur Timeline tersebut. Sehingga kamu bisa mengetahui lokasi-lokasi mana saja yang pernah kamu kunjungi sebelumnya.

Sangat berguna bagi kamu yang suka traveling, atau sekedar hanya untuk mengetahui kegiatan perjalanan mingguan atau bulananmu.

Seperti diwartakan sebelumnya, Google benar-benar ingin tahu aktivitas penggunanya, termasuk lokasi keberadaan si pengguna.

Hal ini didasarkan investigasi yang dilakukan oleh Associated Press. Sebagaimana dikutip dari AP News, Rabu (15/8/2018), media tersebut menemukan banyak layanan Google di perangkat Android dan iPhone yang menyimpan data lokasi pengguna.

Parahnya, Google tetap menyimpan lokasi pengguna meski mereka telah mengaktifkan pengaturan privasi yang menurut klaim Google, tak akan lagi memantau lokasi pengguna.

Sebetulnya, ada trik untuk bisa mematikan riwayat lokasi di Google Maps. Caranya sangat mudah.

Sebagaimana dikutip Gadgets Now, Minggu (4/11/2018), cara ini bisa dilakukan untuk perangkat iOS dan Android.

Android
Untuk pengguna Android, cara pertama yang dapat kamu lakukan, Buka Settings dan klik Google.

Kemudian, Buka “Google Account” lalu cari tab “Data & Personalisation”, lalu nonaaktifkan toggle web & app activity off.

Dan, jangan lupa kembali ke opsi Data & Personalisation, klik opsi location history dan pilih opsi off menonaktifkan setiap perangkat yang terhubung ke akun Google.

iOS dan Windows
Sementara itu, untuk perangkat iOS dan Windows, cara pertama yang dapat dilakukan dengan membuka situs web di www.myaccount.google.com/activitycontrols.

Lalu, login ke akun kamu. Selanjutnya, nonaktifkan toggle Web & App Activity. Berikutnya, jangan lupa mematikan Location History yang terletak di bawah pengaturan Web & App Activity.

Selamat mencoba!

Izin Akses Lokasi Pengguna
Pada sebagian besar aplikasi, Google memang telah meminta izin mengakses lokasi pengguna.

Kemudian, aplikasi seperti Google Maps akan memperingatkan pengguna untuk mengizinkan akses lokasi, salah satunya untuk navigasi.

Jika pengguna menyetujui permintaan itu, Google bakal merekam lokasi pengguna dari waktu ke waktu.

Selanjutnya, Google akan menampilkan Riwayat Lokasi pengguna dalam sebuah timeline yang memetakan pergerakan harian si pengguna.

Google juga menyimpan riwayat perjalanan pengguna menit demi menit. Privasi pengguna pun jadi taruhannya, namun kabarnya fitur ini dimanfaatkan kepolisan untuk menentukan lokasi tersangka.

Kendati demikian, dengan alasan privasi, perusahaan yang bermarkas di California, AS, ini memperbolehkan pengguna untuk menerapkan jeda Riwayat Lokasi penggunanya. D

engan begitu pengguna bisa mengatur opsi apakah lokasi mereka akan disimpan atau tidak oleh Google.

Sumber : LIPUTAN6

 

Batas Minimal Usia Anak Menggunakan Smartphone

Berapa usia anak yang tepat saat harus diberikan telepon genggam? Pada kenyataannya pertanyaan tersebut selalu menjadi perdebatan antara orangtua.

Psychotherapist dan penulis buku The Self Aware Parent, Frand Walfish, Psy.D. mengatakan, usia minimal anak memiliki handphone adalah 10, namun idealnya adalah 12 atau 13 tahun.

Sebenarnya, boleh saja mengizinkan anak menggunakan smartphone, tetapi harus diingat kalau orangtua juga harus mengawasi.

Dilansir dari Times of India, Senin (5/11/2018), pendiri Microsoft Bill Gates memberikan penjelasan waktu yang aman untuk usia anak menggunakan smartphone atau gadget.

Salah satu orang terkaya di dunia itu menekankan, pada faktanya anak-anak seharusnya tak diizikan untuk memiliki smartphone sendiri hingga mereka berusia 14 tahun.

Anak-anak Gates sendiri yang berusia 20, 17, dan 14 tahun, saat ini tak memiliki smartphone hingga mereka duduk di bangku sekolah menengah atas.

Jika metode dari Bill Gates tersebut tampak terlalu ketat untuk kamu, coba simak penelitian yang bertajuk Anaka & Teknologi: Evolusi Pribumi Digital Saat Ini yang diterbitkan pada 2016.

Menurut laporan, usia rata-rata di mana seorang anak mendapatkan smartphone pertamanya adalah 10 tahun.

Laporan itu juga menunjukan jika 50 persen anak-anak telah mendapat akun media sosial, termasuk Facebook dan Instagram pada usia rata-rata 11 tahun.

Atur Waktu Penggunaan Gadget
Selain itu, sangat penting bagi orang tua mengatur waktu untuk anak-anak mereka dalam menggunakan gadget dan memastikan jika istirahat mereka tak terganggu karena gadget.

Namun, yang sering dilupakan oleh para orang tua adalah tak bisa meminta anak-anak untuk tak melakukan sesuatu. Padahal, anak-anak cenderung mengikuti tingkah laku apa yang dilihatnya.

Kamu tentu harus mencoba untuk menentukan batasan pemberian smartphone pada anak dan membatasi waktu penggunaanya.

Dalam hal ini, kamu harus memberikan contoh kepada anak dengan tidak menggunakan smartphone dalam waktu yang berlebihan, karena anak-anak biasanya akan melakukan hal yang sama dengan orangtuanya.

Sumber : LIPUTAN6

 

Mastel Desak Pemerintah Tunda Revisi PP 82/2012

Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL) mendesak pemerintah untuk menunda revisi terhadap Peraturan Pemerintah No 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PP PSTE).

Hal tersebut disampaikan oleh sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL), Asosiasi Data Center IDPro, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), dan Asosiasi Cloud Computing Indonesia (ACCI).

Ada sejumlah hal yang disoroti oleh MASTEL terkait revisi Peraturan Pemerintah tersebut, khususnya rencana perubahan beberapa pasal yang berdampak relaksasi/mengendorkan terhadap keharusan data berada di wilayah Indonesia (data localization).

“MASTEL mendesak Pemerintah menunda hal tersebut. Relaksasi terhadap keharusan lokalisasi data dapat berdampak sistemik pada Ipoleksosbud Hankam Indonesia di era ekonomi data. Mengingat saat ini, Indonesia belum memiliki undang-undang yang secara khusus berkaitan dengan perlindungan data,” jelas Ketua Umum Mastel, Bapak Kristiono dalam jumpa pers di Jakarta pada Selasa (6/11).

“Data itu sangat penting, atau bisa dikatakan data is the new oil. Oleh sebab itu, jangan ada relaksasi tanpa ada UU yang melindungi data itu. Apalagi, UU PDP juga sudah masuk Prolegnas (Program Legislasi) 2019 di DPR,” imbuhnya.

Beliau juga mengatakan bahwa idealnya Indonesia harus memiliki UU Perlindungan Data Pribadi (PDP) sebelum memutuskan merevisi PP tersebut. Jika tidak, dikhawatirkam akan ada berbagai perbedaan pemaham soal klasifikasi data berisiko tinggi dan rendah di berbagai sektor.

Pada kesempatan ini, Mastel juga memaparkan usulan mereka kepada pemerintah, di antaranya sebagai berikut:

1. Bahwa perdebatan di level nasional mengenai perlu tidaknya dilakukan perubahan atas regulasi yang mewajibkan lokalisasi data tidak cukup sekedar mempertimbangkan aspek teknis dan keamanan, namun harus mengintegrasikan perspektif yang lebih luas termasuk aspek kedaulatan, pertumbuhan industri nasional, perlindungan data, dampak sosial ekonomi, dan lain sebagainya.

2. Kondisi global sampai tahun 2018, negara-negara di dunia masih terbagi menjadi dua bagian besar antara yang setuju dengan lokalisasi data, dan yang tidak setuju. Isunya bukan saja masalah teknis, tapi juga berkaitan dengan perlunya ditemukan keseimbangan (balancing) antara dorongan kebutuhan untuk menjadi lebih berintegrasi dengan masyarakat transnasional global secara digital di satu sisi, dengan hak pemerintah untuk memiliki kendali atas wilayah teritorinya termasuk cyber, juga untuk perlindungan masyarakat dan industri domestik nasional di sisi lainnya.

3. Data secara universal telah dianggap sebagai kunci ekonomi terpenting di era masyarakat digital (digital society). Bahkan dalam Majalah The Economist 2017, data disebut sebagai the new oil. Kebijakan terkait data juga dapat menentukan pada seberapa besar potensi kue ekonomi yang akan diperoleh Indonesia. Relaksasi terhadap kebijakan lokalisasi data pada kondisi belum adanya undang-undang terkait perlindungan data, perlu diperhitungkan secara sangat cermat dan hati-hati terhadap potensi dampaknya.

4. Kebijakan dan regulasi yang terkait dengan perlakukan dan perlindungan data mencakup dimensi yang besar dan memiliki dampak sangat luas. Pengaturan data tidak cukup hanya membatasi pada isu lokalisasi data, namun juga berkaitan dengan kepemilikan data, hak untuk mengakses data, kendali atas data, dan pemanfaatan untuk kepentingan nasional. Sejalan dengan pembahasan undang-undang yang terkait dengan perlindungan data, Mastel mengharapkan sikap yang diambil Pemerintah terkait hal tersebut menjadi lebih jelas dan tegas.

5. Usulan perubahan terhadap PP 82/2012 khusus terkait kebijakan lokalisasi data, seyogyanya didahului dengan evaluasi yang mendalam, menyeluruh dan transparan terhadap efektivitas implementasi terhadap regulasi eksisting setelah berjalan beberapa tahun, termasuk aspek enforcement (pengawasan dan pengendalian).

6. Mengingat pentingnya kebijakan dan regulasi ini, maka diharapkan Pemerintah dapat lebih melibatkan berbagai pemangku kepentingan (stakeholders) terkait, khususnya dari perwakilan industri dan asosiasi dalam pembahasan dan perumusannya. Karena para pemangku kepentingan akan menjadi pihak yang paling pertama mendapatkan dampak atas perubahan yang berlaku.

Sumber : detikinet

 

Potret Pelantun Karna Su Sayang, Dian Sarowea

Lagu “Karna Su Sayang” saat ini sedang menjadi viral dan trending di dunia maya. Setelah di-cover Via Vallen, Judika, hingga Nagita Slavina dan Rio Febrian, nama Dian Sorowea yang menyanyikannya pun ikut terangkat.

Nama Dian Sorowea memang tengah menjadi sorotan publik di Tanah Air. Gadis asal Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT), tersebut viral setelah lagu berjudul “Karna Ku Sayang” yang dibawakannya bersama musikus Near, banyak dicover penyanyi ternama, termasuk Via Vallen.

“Karna Su Sayang” diciptakan oleh rapper bernama Near dan dinyanyikan oleh gadis kelahiran 14 Desember 2001 silam. Mereka merupakan warga asli Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dian Sorowea diketahui saat ini masih duduk di bangku SMA.

Siapa sangka, video Dian Sorowea bernyanyi ini, per hari ini, Senin (5/11/2018) telah disaksikan lebih dari 47 juta kali di kanal video berbagi. Klip lagu ini diunggah sejak 3 bulan lalu.

Meski lirik lagunya menggunakan bahasa daerah Timur, tapi publik dengan mudah mencerna lagu tersebut dan bahkan menyukainya. Tak disangka, video ketika Dian Sorowea bernyanyi bahkan telah disaksikan lebih dari 47 juta kali.

Penasaran dengan sosok gadis kelahiran 14 Desember 2001 ini. Berikut potretnya seperti merangkum dari akun Instagram-nya @dian_sorowea.

1. Ini potret Dian Sorowea ketika tengah bernyanyi

2. Kebersamaan Dian dengan teman-temannya di SMA Katolik Bhaktyarsa Maumere

3. Raut bahagia Dian saat bertemu salah satu personil RAN, Rayi

4. Masih sangat belia, dan suaranya sangat merdu ya

5. Nah, ini potret Dian saat mengisi sebuah acara televisi swasta bersama dengan Uya Kuya

Sumber : LIPUTAN6